SaaTnYa kHiLaFaH MEmimPiN DuNiA...!!!


Down-Down USA...Rise-Rise Khilafah!!!

indra's posts with tag: dpr

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dpr
Blog EntryAbdilah Toha: Kasus Al Manar Bukti Kemunafikan ASAug 22, '08 12:29 PM
for everyone

Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI, Abdillah Toha, menegaskan, kasus televisi Al Manar menjadi bukti kemunafikan Pemerintah Amerika Serikat yang mempraktikkan demokrasi di dalam negeri, tetapi otoriter dalam kebijakan luar negerinya.

Hal itu dikemukakan Abdillah Toha kepada ANTARA di Jakarta, Rabu malam, ketika mengomentari permintaan Amerika Serikat (AS) yang meminta PT Indosat Tbk agar memutus kontrak sewa transponder televisi Al Manar.

Permintaan AS itu berkaitan dengan dugaan pihak intelijen tentang keterlibatan stasiun televisi Al Manar milik Hizbullah di Lebanon yang mendukung jaringan teroris.

Selama ini Al Manar menggunakan jasa Satelit Palapa C2 milik Indosat, yang berkedudukan di Indonesia.

“Kalau Indosat mengikuti kemauan AS itu ada dua konsekuensi yang terjadi,” kata Abdillah Toha.

Pertama, menurutnya, Al Manar akan menggugat di Pengadilan karena memutuskan kontrak tanpa alasan.

Kedua, Indosat akan menghadapi protes dan gugatan masyarakat Indonesia sendiri, terutama dari kalangan muslim, karena mengikuti tekanan AS.

“Hal ini sekali lagi membuktikan kemunafikan Pemerintah AS yang mempraktikkan demokrasi di dalam negeri, tetapi sangat otoriter dalam kebijakan luar negerinya,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, ini merupakan sebuah bukti lagi, politik luar negeri AS dikendalikan oleh lobi Israel di sana.

“Al Manar ini adalah media perjuangan melawan penindasan Israel, dan Hizbullah yang dikategorikan sebagai teroris oleh Pemerintah AS adalah para pejuang kemerdekaan, sama dengan para pejuang kita dahulu yang dikategorikan ekstremis oleh penjajah Belanda,” tegas Abdillah Toha.

AS Jangan Paranoid

Sebelumnya, secara terpisah Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Bulan Bintang, Yusron Ihza Mahendra, mengingatkan Amerika Serikat agar tak perlu lagi paranoid dan curiga terhadap Indonesia serta dunia Islam.

“Saya juga mohon AS tidak bias menilai bahwa Islam sama dengan teroris,” tandasnya.

Selanjutnya, ia meminta AS agar tidak menjadi penghambat kebebasan informasi sebagai salah satu bagian strategis dalam kehidupan berdemokrasi yang baik.

“Kita diharapkan berdemokrasi dan itu kita jalankan, termasuk juga dalam hal keterbukaan informasi. Karenanya, saya juga inginkan masyarakat kita mendapat informasi bukan secara sepihak dan bukan dari sumber terbatas,” tandas Yusron Ihza Mahendra lagi.

Dalam pandangannya, masyarakat harus diberi kebebasan memperoleh informasi secara transparan.

“Saya juga yakin masyarakat kita cukup dewasa menilai informasi. Karenanya berikan saja kebebasan kepada mereka untuk memperoleh informasi dan biarkan transparan,” katanya lagi.

Antara


Tuesday, 13 May 2008 23:34 Syabab.Com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah dan Lembaga Sensor Film (LSF) melarang film "Mau Lagi" yang disingkat ML. MUI juga meminta pemerintah membatalkan izin pemutaran film tersebut. Judul dan isi film ini sarat pronografi dan pornoaksi dan pelecehan terhadap perempuan. Negeri ini benar-benar diserang budaya rusak yang siap menghancurkan generasi akibat kapitalisme.

Lukai Umat Islam


Penduduk di negeri ini bermayoritas Muslim, tetapi para pelaku bisnis dan hiburan murahan tak lagi memandang aktivitas mereka apakah dimurkai Allah atau tidak. Halal dan haram sudah bukan tolok ukur mereka dengan menyebarkan adegan-adegan bejat, seronok dan sarat dengan kemungkaran. Merekalah para pengundang murka Allah di negeri ini. Bila dibiarkan maka, tinggal menunggu saatnya kerusakkan akibat murka dari sang Pencipta siap menerpa.

"Kami sudah kirim surat ke Depbudpar dan sudah ditanggapi, pemutarannya sekarang ditangguhkan, tapi kami minta supaya film itu sama sekali tidak diputar. Jangan sampai pemerintah membiarkan masyarakat terpapar tayangan yang demikian," kata Ketua MUI, Amidhan di Jakarta, Selasa.

Menurut MUI rencana perusahaan Indika mengedarkan film ML dinilai telah melukai umat Islam. Sebab MUI menilai film yang mulai diputar pada 15 Mei mendatang ini sarat pornografi dan pornoaksi, termasuk judulnya.

Ferry Irawan selaku associate producer sekaligus pemain film tersebut menyebutkan film ML dibuat bukan hanya mengedepankan tema seks bebas saja.

"Ceritanya juga ada tentang narkoba. Film ini bukan sex education, tapi kejadian nyata. Film ini dibuat dengan analisa mendalam dan pemikiran mendalam karena diangkat berdasarkan pengalaman di masyarakat," tegas Ferry.

Benar-benar para pelaku hiburan tersebut sudah tak lagi kreatif yang selalu mengedapankan seks demi uang. Sudah tak mendidik, penuh maksiyat, mengundang murka Allah lagi. Menyedihkan.

Dampak DPR acuh pada RUU APP

Amidhan telah mendapat kabar dari tiga menteri yakni Menteri Pariwisata, Menteri Komunikasi dan Informatika, serta Menteri Peranan Wanita yang akan memutuskan nasib film itu. Selain ML, banyak film sejenis beredar akibat pemerintah dan DPR tidak menyelesaikan RUU AP.

Amidhan juga menyampaikan imbauan kepada para produsen film supaya tidak memproduksi film untuk semata meraup untung tanpa perduli dampak terhadap masyarakat.

"Janganlah membikin film-film yang justru memicu timbulkan kerusakan moral masyarakat, tapi bikinlah film yang bisa menjadi inspirasi untuk melakukan kebaikan," demikian Amidhan.

Yang paling bertanggungjawab

Ketika sekularisme mencengkram benak negeri ini demikianlah kerusakkan terjadi di mana-mana. Generasi muslim berada di bawah ancaman bahaya, yakni perusakkan perilaku mereka oleh nilai-nilai hewani. Ketika pemerintah diam membisu dan tak peduli, maka merekalah yang paling pertama dan paling berat pertanggungjawabannya di akhirat kelak, ketika Sang Pencipta menghisabnya. Demikianpula para anggota DPR ketika acuh terhadap aturan-aturan-Nya, maka di akhirat kelak mereka akan ditanya oleh Sang Pencipta. Termasuk di dalamnya yang terlibat dari penghancuran generasi, produser, aktor, aktrsi, dll. Takutkah mereka dengan azab-Nya?

Tidak ada kata lagi untuk menyelamatkan generasi ini, bagi kaum Muslim untuk bangun dan kembali kepada Islam. Bentengi keluarga dan anak-anak dengan Islam serta berjuang mengembalikan Khilafah yang akan menjaga akidah umatnya. [m/a/ant/l6/syabab.com]

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.