SaaTnYa kHiLaFaH MEmimPiN DuNiA...!!!


Down-Down USA...Rise-Rise Khilafah!!!

indra's posts with tag: diktator

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag diktator
Saturday, 17 November 2007

Syabab.Com
- "Visi kami sebuah pembebasan, Negara Islam yang telah digambarkan media Barat dan Musharraf sebagai ekstrimis, tetapi itu tidak." demikian kata juru bicara aksi menghentikan kediktatoran Musharraf, Sabtu (17/11). Kaum Muslim Inggris, di kota Slough melakukan long march untuk menyerukan perubahan pada sebuah negeri yang saat ini mengalami chaos, Pakistan.

Para pengunjuk rasa meminta Musharraf menghentikan kediktatorannya dan turun dari kekuasaannya setelah seikan lama meenjadikan Pakistan rusak. Para pengunjuk rasa menyerukan untuk kembali kepada sistem Khilafah sebagai solusi atas krisis di Pakistan.

Aksi ini diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Inggris sebagai bagian dari kampanye untuk menghentikan kediktatoran Musharraf di Pakistan.

Juru bicara aksi, Asif Dawood berkata, "Bagi kami, persoalan terbesar bagi Pakistan adalah pengaruh Amerika Serikat."

"Kami percaya mereka mencoba untuk membawa sebuah aliansi antara pemimpin pengkhianat dan politisi yang paling korup dalam sejarah Pakistan --- semua sebab orang-orang ini akan mendukung apa yang mereka sebut perang melawan teror.", kata Dawood.

"Rakyat Pakistan tidak butuh Musharraf, juga tidak butuh Benazir Bhuto. Apa yang kamu inginkan adalah sebuah tipe baru kepemimpinan yang setelah orang-orang ini.", Asif Dawood menambahkan.

"Visi kami sebuah pembebasan, Negara Islam yang digambarkan media Barat dan Musharraf sebagai ekstrimisme, tetapi itu tidak."

Sabtu (17/11) kaum Muslim serempak di berbagai kota di Inggris mengikuti aksi unjuk rasa untuk menghentikan kediktatoran Musharraf. Aksi yang diorganisir oleh Hizbut Tahrir Inggris ini menjadi perhatian berbagai media. Di kota Slough, aksi dipusatkan di Chalvey High Street. Aksi serupa juga digelar kaum Muslim di Manchester, Luton, Tooting, Bradford, Birmingham dan London sendiri.  [f/z/andrew/so/sycom]

Khawatir akan mengganggu perjuangan melawan para ekstrimis Islam, Utusan khusus Amerika dengan tegas mendesak pemimpin militer Pakistan, Pervez Musharraf untuk mencabut keadaan darurat. Hal ini disampaikan oleh Wakil menteri luar negeri Amerika, John Negroponte setelah bertemu dengan Musharraf.

Dia mengatakan pemerintahan darurat tidak sejalan dengan pemilu yang bebas dan adil. John Negroponte menegaskan bahwa Amerika tidak bisa menerima alasan Jenderal Musharraf untuk terus melaksanakan keadaan darurat.

Dia mengatakan kepada para wartawan bahwa dia mendesak pemerintah untuk membebaskan para pegiat politik yang ditahan dan mencabut keadaan darurat.

"Tindakan politik akhir-akhir ini terhadap para demonstran, tekanan terhadap media dan penahanan para pegiat HAM dan politik secara langsung bertentangan dengan reformasi yang sudah berlangsung dalam tahun-tahun belakangan ini. " kata Negroponte.

"Itu akan menghalangi kemajuan yang sudah dicapai Pakistan. Saya mendesak pemerintah Pakistan untuk menghentikan tindakan seperti itu, mencabut keadaan darurat dan membebaskan semua tahanan politik."

"Pemerintahan darurat tidak cocok dengan pemilihan umum yang adil, bebas dan dipercaya." tambah Negroponte.

Jenderal Musharraf sudah mengatakan keadaan darurat diperlukan karena situasi keamanan.

Amerika sangat khawatir dengan krisis politik yang terjadi setelah Undang Undang Dasar tidak diberlakukan.

Mereka khawatir itu akan menggangu perjuangan melawan para ekstrimis Islam. Negroponte tidak mengatakan apakah Amerika akan merealisasikan kata-katanya sendiri yang akan mengambil tindakan keras, walaupun para pejabat Amerika mengatakan, Negroponte sudah mengangkat isu pengurangan bantuan.

Negroponte adalah pejabat paling senior Amerika Serikt yang telah bertemu dengan Jenderal Musharraf sejak penerapan keadaan darurat 3 November.

Dia juga telah bertemu pejabat tinggi Pakistan lainnya, dan berbicara dengan pemimpin oposisi Benazir Bhutto lewat telepon.

Negroponte mengatakan dia mendesak juga agar Jenderal Musharraf kembali mengadakan pembicaraan untuk berbagi kekuasaan dengan Bhutto.

Amerika tidak henti-hentinya berupaya untuk menancapkan agen-agennya di negeri-negeri Muslim, diantaranya di Pakistan. Padahal yang diinginkan oleh rakyat Pakistan bukanlah Musharraf atau Bhuto. Karena keduanya adalah agen Barat yang telah menyengsarakan rakyat Pakistan. [f/bbc/sycom]
 
sumber:syabab.com

Blog EntryKekejaman Karimov di Penjara UzbekistanNov 21, '07 8:05 AM
for everyone

Sebuah Laporan Human Right Watch tentang Penganiayaan di Uzbekistan

Presiden Karimov sedang mencoba untuk ikut kembali dalam pemilu untuk keempat kalinya. Kelompok hak asasi manusia telah meminta pada PBB untuk memberikan sanksi secara publik pada Karimov dan mengakhiri penggunaan penyiksaan di Uzbekistan.

Kelompok hak asasi, Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa penyiksaan di penjara-penjara Uzbek selalu terdapat pada tempat tertentu yang bersifat endemis bagi sistem pengadilan kriminal. Kelompok ini memberikan secara detil gambaran sistematis penyiksaan di negeri tersebut.

HRW menyebutkan dalam laporan terbarunya, sebuah gelombang baru tindakan represif dari Karimov. Laporan tersebut dikemukakan sebelum pemilu pada Desember mendatang, yang mana Presiden Karimov akan kembali dipilih.

Laporan yang berisi 90 halaman ini, berjudul "Nowhere to Turn - Torture and Ill Treatment in Uzbekistan" telah dipublikasikan sebelum pertemuan di Jenewa pada Komite Perlawanan Penganiayaan PBB.

Termasuk di dalamnya audio rekaman para korban menggambarkan sebuah siklus penyiksaan yang dimuali dengan penawanan mereka hingga dibawa ke dalam penjara.

Penyiksaan Secara Psikologi

Laporan ini juga mengatakan bahwa pukulan dengan botol yang berisi air, disetrum dengan listirk, penghinaan seksual, dan ancaman berbahaya bagi fisik merupakan bentuk-bentuk penyiksaaan pada penjara-penjara Uzbek.

Pada beberapa waktu lalu di sana juga ditemukan bukti-bukti, paling tidak seorang tawanan direbus hingga tewas di penjara Uzbek.

Baru-baru ini, lebih banyak lagi laporan penyiksaan psikologi terutama ketika yang dibawa ke penjara tersebut adalah yang dituduh sebagai 'ektrimis' Islam. Seorang tawanan yang dituduh terlibat pada gerakan Hizbut Tahrir beberapa hari lalu tewas, disiksa di penjara Uzbek.

Jumlah mereka yang ditawan dan disiksa meningkat di Uzbekistan. Kelompok hak asasi manusia mengatakan banyak dari mereka adalah korban dari penahanan politik.

Seorang wanita Uzbek baru-baru ini mengatakan pada BBC bahwa suaminya telah dipaksa ditelanjangi dan merangkak dalam keadaan telanjang untuk berjam-jam, dan juga para penjaga penjara mengencingi pada suaminya dan penghuni lainnya selama melakukan sholat.

Human Rights Watch mengatakan pada PBB untuk menekan dan menghukum di depan publik penguasa Uzbekistan yang telah melakukan tindakan kekerasan dan penyiksaan pada rakyatnya.

Pemerintah Uzbekistan secara represif menyiksa dan menahan para aktivis Islam. Salah satu tragedi yang tidak bisa dilupakan diantaranya tragedi Andijan pada 14 Mei 2005 lalu. Ribuan kaum Muslim, laki-laki perempuan, muda maupun tua menjadi korban keganasan Karimov.

Karimov benar-benar telah menjadi penguasa diktator dan tidak mau tunduk pada aturan Allah, seperti halnya Musharraf. Malah mereka melakukan serangkaian serangan kepada para pengemban dakwah yang mukhlis yang menginginkan syariah dan Khilafah di Uzbekistan. [z/na/bbc/sycom]

sumber:syabab.com


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.