SaaTnYa kHiLaFaH MEmimPiN DuNiA...!!!


Down-Down USA...Rise-Rise Khilafah!!!

indra's posts with tag: denmark

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag denmark
Sunday, 22 June 2008 17:20

Syabab.Com - Kejaksaan Denmark menolak tuntutan sejumlah anggota parlemen agar sebuah organisasi Islam Hizbut Tahrir yang ada di Denmark dibubarkan. Menurut Kejaksaan Denmark tidak ada alasan hukum yang bisa digunakan untuk membubarkan Hizbut Tahrir cabang Denmark. Partai politik Islam ini gencar berdakwah di negeri tersebut.

Sepanjang organisasi ini tidak melakukan tindak kekerasan atau tindakan-tindakan lainnya yang melanggar hukum, sah-sah saja mengkampanyekan sebuah sistem yang secara mendasar sangat berbeda dengan sistem yang kita miliki di Denmark, ” kata jaksa Joergen Steen Soerensen dalam pernyataannya.

Meski menolak membubarkan, Soerensen mengatakan ia akan meminta aparat kepolisian di distrik-distrik Denmark untuk mengawasi aktivitas Hizbut Tahrir.

Sudah dua kali kejaksaan Denmark ditekan untuk mengambil tindakan atas keberadaan organisasi Hizbut Tahrir yang dipertanyakan legalitasnya di Denmark. Pada tahun 2004, jaksa Henning Fode juga menyatakan tidak ada alasan hukum untuk melarang Hizbut Tahrir yang oleh anggota parlemen Denmark dituding sering melontarkan pernyataan-pernyataan radikal dan anti-demokrasi.

Di Denmark, gerakan ini aktif melancarkan serangkaian aktifitas dakwah. Pada Februari lalu, Hizbut Tahrir di Denmark memimpin ribuan kaum Muslim untuk memprotes penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw [baca: Ribuan Muslim Denmark Gelar Aksi Protes Atas Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad]. Disinyalir terjadinya penghinaan atas Nabi tersebut karena kekalahan intelektual orang Denmark menghadapi semaraknya dakwah Islam. Seruan dakwah dan ajakan berfikir yang cerdas serta tanpa kekerasan telah membuat sebagian anak muda Denmark melirik gerakan ini.  

Hizbut Tahrir merupakan partai politik Islam yang berskala internasional. Gerakan yang didirikan di bumi al-Quds  Palestina pada pada tahun 1953 ini bertujuan melanjutkan kehidupan Islam dengan satu metode penegakkan Khilafah Islamiyyah. Organisasi ini memiliki cabang di berbagai negara mulai dari Timur Tengah, Asia hingga negeri-negeri Barat seperti di Inggris, Jerman, Belanda dan Spanyol. Di Denmark anggota dan simpatisannya dipekirakan mencapai 1.000 orang. [m/f/ap/syabab.com]


Thursday, 21 February 2008

 Syabab.Com - Pelecahan dan penghinaan terhadap Islam dan kuam Muslim terus berlanjut. Pemuatan ulang Surat kabar Jyllands-Posten dan media lainnya atas nama kebebasan membuat Kaum Muslim di Indonesia sebagai negeri yang penduduknya muslim terbesar di dunia marah dan mengecam keras penghinaan atas Rasulullah Saw. tersebut.


Di Jakarta, Rabu (20/02) ratusan orang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi mengecam atas penghinaan terhadap Rasulullah, Islam dan kaum Muslim tersebut. Aksi diawali dari Kedubes Belanda. Di depan Kedubes Belanda mereka memprotes film yang melecehkan umat Islam dan al-Quran, sekaligus pemuatan kartun yang melecehkan Nabi Muhammad Saw di negeri tersebut.

Setelah itu massa melakukan long march menuju Kedubes Denmark yang berjarak 1,5 km. Mereka sambil mengibarkan bendera Liwa Rayah (bendera - panji Rasulullah Saw.) dikawal oleh petugas kepolisian. Di depan Kedubes Denmark, para pembicara melakukan orasi mengecam keras penghinaan terhadap Nabi, Islam dan kaum Muslim tersebut. Hadir sebagai orator diantaranya adalah Munarman, Mashadi, As'ad, MR. Kurnia, dan M. Al-Khaththath.

Keinginan HTI untuk mengirimkan delegasi untuk bisa menemui pejabat Kedubes Denmark ditolah oleh pihak Kedubes.

"Ini membuktikan bahwa pelecehan terhadap Nabi Saw, nyata-nyata dilindungi oleh negara Denmark," kata MR. Kurnia.

Sedangkan Munarman mengatakan jika Barat menganggap kebebasan adalah hak asasi manusia (HAM) maka umat Islam pun berhak melaksanakan hak asasinya untuk menghukum mati orang-orang yang menghina Nabinya. Kebebasan yang disuarakan Barat hanyalah bohong belaka karena ternyata kebebasan itu sendiri tidak dijamin bila berkaitan dengan umat Islam. ”Wanita berjilbab dilarang di Perancis. Katanya ada kebebasan, mana?” katanya.

Mashadi mengungkapkan saat ini tidak ada negara-negara yang berpenduduk Muslim berani melawan hegemoni Barat. Justru banyak di antara negara-negara tersebut yang membebek kepada Barat. ”Tak terkecuali Indonesia,” katanya.  

M Al Khaththath mengingatkan kondisi umat Islam yang tercabik-cabik dan dihinakan ini tidak akan terjadi bila kaum Muslim punya pelindung yakni Khalifah. Keberadaannya mutlak diperlukan oleh umat Islam, karenanya ia mengimbau seluruh komponen umat baik yang berada di pemerintahan maupun di mana saja untuk bersama-sama menegakkan Khilafah karena hanya dengan itu saja berbagai penghinaan yang terjadi selama ini bisa diakhiri.   Karena tidak diterima oleh Kedubes Denmark, tuntutan HTI disampaikan di depan massa.

Sedangkan dalam tuntutannya, HTI menuntut pemerintah Denmark menghukum mati pelaku pembuat kartun yang menghina Nabi itu. HTI juga menyerukan kepada umat Islam untuk bahu membahu dalam membela kehormatan Rasulullah Saw. serta bersungguh-sungguh berjuang menegakkan Khilafah Islamiyyah dan mewaspadai setiap upaya kaum kafir penjajah beserta antek-anteknya yang sengaja menyerang keagungan ajaran Islam. Acara ditutup dengan doa oleh M. Al-Khaththath, sekjen FUI.  

Aksi serupa juga digelar di Bandung dan beberapa kota lainnya. Di Denmark sendiri, hari Jumat lalu ribuan kaum Muslim Denmark yang digelar oleh Hizbut Tahrir Denmark (HTD) melakukan aksi protes mengecam penghinaan terhadap Nabi atas nama kebebasan tersebut. Di Inggris, kaum Muslim di sana pada pekan ini juga akan digelar aksi serupa. [z/f/mj/li/syabab.com]

KANTOR JURUBICARA
HIZBUT TAHRIR INDONESIA

بسم الله الرحمن الرحيم

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Jakarta, 20 Februari 2008 M

PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Nomor: 126/PU/E/02/08

“Mengutuk Keras Penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw ”

Sehari setelah Badan Intelijen Denmark, PET (12/2/2008), mengklaim berhasil mengagalkan sebuah rencana pembunuhan terhadap Kurt Westergaard, pelukis kartun-kartun yang mengina Nabi Muhammad, keesokan harinya (13/2/2008), serentak sebelas media massa terkemuka di Denmark dan televisi nasional, termasuk Koran Jyllands-Posten memuat kembali karikatur yang melecehkan dan menghina Islam tersebut. Sedikitnya tiga harian di Eropa, yaitu Swedia, Belanda dan Spanyol, juga mencetak karikatur penuh kebencian itu. Anehnya, pada 13/2/2008, orang nomor satu PET, Jacob Scharf, segera membebaskan para tersangka dari tuduhan itu, yang tak lain adalah dua warga Tunisia dan seorang warga Denmark keturunan Maroko.

Pemuatan kembali kartun-kartun yang sangat menghina Nabi Muhammad itu mereka lakukan, konon sebagai pembelaan terhadap kebebasan berbicara. Padahal, ini jelas merupakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Islam yang ke sekian kali. Dua tahun lalu, tindakan ini telah menuai kecaman luas di berbagai negara, bahkan diplomat Mesir, Palestina, Turki, Pakistan, Iran, Bosnia-Herzegovina, dan Indonesia memprotesnya. Namun, Pemerintah Denmark lewat PM Denmark Anders Fogh Rasmussen ketika itu berulangkali membela koran tersebut dengan alasan hak kebebasan berbicara. Tidak hanya itu, meski jelas-jelas telah menuai protes, gambar-gambar ini pada Januari 2006 dimuat di Norwegia, juga di berbagai koran seperti harian Perancis, France Soir. Dan kini semua kejahatan itu diulanginya lagi.

Sebelumnya telah berulang-ulang penghinaan serupa juga mereka lakukan. Di antaranya adalah:

  1. Tahun 1989: terbit buku The Satanic Verses tulisan Salman Rushdi yang menggambarkan al-Quran sebagai ayat-ayat setan. Imam Khomeini memfatwakan hukuman mati terhadapnya. Namun, hingga kini dia tetap mendapat perlindungan dari Inggris.
  2. September 1994: tepatnya, bulan September, film True Lies garapan sutradara Yahudi Steven Spielberg menggambarkan Islam pimpinan Abdul Aziz sebagai teroris yang memimpin organisasi terror Crimson Jihad.
  3. Juli 1997: Seorang wanita Yahudi Israel, Tatyana Suskin (26) membuat dan menyebarkan 20 poster yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Di antaranya ada poster seekor babi yang mengenakan kafiyeh ala Palestina. Di kafiyeh itu tertulis dalam bahasa Inggris dan Arab kata: Muhammad. Dengan pensil di kukunya, babi itu tampak tengah menulis di atas sebuah buku bernama “al-Quran”.
  4. Tahun 2002: Tulisan jurnalis Nigeria, Isioma Daniel tentang Rasul dan Miss World.
  5. Tahun 2004: film besutan produser film asal Belanda, Theo van Gogh, yang menghina Islam dan Muhammad.
  6. Tahun 2005: Museum Tate di London urung memamerkan patung karya John Latham yang dikhawatirkan melukai perasaan kaum Muslim pasca ledakan bom yang mengguncang London, Juli 2005.
  7. Penghinaan terhadap Islam juga dilakukan oleh ”orang Islam” sendiri yang telah tercemari oleh cara berfikir sekuler. Adalah Ayan Hirsi Ali, Muslimah kelahiran Somalia yang pernah menjadi anggota parlemen Belanda, telah membuat sebuah film dokumenter berjudul “Submission” Di situ digambarkan Islam yang menindas perempuan. Ditampilkan adegan aktris perempuan, dengan tubuh telanjang dan hanya ditutupi dengan kain tipis sedang berdoa pada Tuhan karena kekerasan yang dialaminya. Dalam adegan lain bahkan diperlihatkan sejumlah perempuan tanpa busana dan di tubuhnya dituliskan ayat-ayat Al-Quran. Film ini jugalah yang memicu kemarahan hampir satu juta warga Muslim Belanda, dan mengakibatkan pembunuhan terhadap Theo Van Gogh, sutradara film tersebut.

Berkaitan dengan kasus di atas, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan bahwa:

  1. Pemuatan kartun-kartun ini adalah sebuah kesengajaan. Ini tampak dalam sikap mereka. Pertama, Ketika dikatakan bahwa dalam Islam tidak boleh menggambar Nabi Muhammad apalagi dilecehkan lewat karikatur, pihak Koran Jyllands-Posten dan koran lain menilai, tidak pada tempatnya jika orang non-Muslim harus mengikuti aturan Islam tersebut. Mereka ingin memancing kemarahan kaum Muslim untuk mengetahui sejauh mana komitmen mereka terhadap Nabi dan Islam mereka. Kedua, Kasus penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad terjadi berulang-ulang. Reaksi umat Islam pun sudah jelas, menentang! Tapi, mereka tetap saja terus melakukan, termasuk pemuatan kartun ini yang telah menimbulkan gelombang protes di seluruh dunia 2 tahun lalu. Ketiga, Pemerintahan mereka membiarkannya dan membelanya dengan dalih kebebasan. Keempat, Sikap bandel juga ditunjukkan oleh masyarakat di sana. Satu jajak pendapat menunjukkan 79% warga Denmark berpendapat Fogh Rasmussen tidak perlu menyatakan permintaan maaf dan 62% mengatakan suratkabar itu hendaknya tidak meminta maaf.
  2. Inilah doktrin HAM yang destruktif. Menurut mereka, pemuatan kembali kartun-kartun ini merupakan bentuk komitmen terhadap kebebasan berbicara. Tapi faktanya, ini adalah kebebasan untuk melakukan apapun termasuk mendeskreditkan, menghina, dan melecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW. Doktrin HAM juga sangat subyektif, artinya hanya berlaku untuk mereka. Ketika di Perancis Muslimah dilarang mengenakan jilbab, ”kebebasan” yang mereka dengungkan itu tidak lagi terdengar. Mengapa Muslimah di Perancis tidak boleh bebas berjilbab? Ketika umat Islam lantang menyerukan penerapan syariah Islam sebagai pengganti Kapitalisme yang memang bobrok, mereka menudingnya garis keras. Mengapa umat Islam tidak boleh memilih aturan untuk negeri mereka sendiri?
  3. Kasus pelecehan Islam dan Nabi Muhammad lewat kartun ini juga tidak dapat dilepaskan dari slogan war on terrorism yang diusung oleh AS, Eropa, dan sekutunya. Buktinya, kartun tersebut menggambarkan Nabi Muhammad sebagai penebar bom. Seolah mereka ingin mengatakan, bahwa umat Islam memang keturunan teroris karena itu layak diperangi.

Oleh karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia menegaskan:

  1. Menuntut agar pelakunya dihukum mati, karena menurut ketentuan syariah Islam sebagaimana dinyatakan Imam As-Syaukani, bahwa orang Kafir Dzimmi seperti Yahudi, Nashrani, dan sebagainya, yang menghujat Rasulullah saw. terhadap mereka harus dijatuhi hukuman mati, kecuali apabila mereka bertaubat dan masuk Islam. Sedangkan bagi seorang Muslim, dia harus dieksekusi tanpa diterima taubatnya. Pendapat Imam As-Syaukani ini sama dengan pendapat Imam Syafi’i dan Imam Hambali.

Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. yang berbunyi:

“Bahwa ada seorang wanita yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya”. (HR Abu Dawud)

Ibnu Abbas telah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi, bahwa ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Merasa tidak tahan lagi, lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian dia tebaskan ke perut istrinya dan ia hunjamkan dalam-dalam sampai istrinya itu mati. Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah SWT kepada Rasulullah saw yang menjelaskan kejadian tersebut. Pada hari itu juga, beliau mengumpulkan kaum Muslimin dan bersabda:

“Dengan menyebut asma Allah, aku minta orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku; mohon ia berdiri.

Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai dia turun di hadapan Rasulullah saw, kemudian ia duduk seraya berkata:

Akulah suami yang melakukan hal tersebut ya Rasulullah saw. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang padaku. Tetapi kemarin ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, lantas aku mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat sampai ia mati.

Kemudian Rasululah saw. bersabda:

Saksikanlah bahwa darahnya (wanita itu) halal

(HR. Abu Dawud dan An Nasa’i)

  1. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk bahu-membahu dalam membela kehormatan Rasulullah Muhammad SAW dan mengutuk keras setiap bentuk penghinaan terhadap Islam. Khususnya terhadap Nabi Muhammad SAW.
  2. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang menegakkan Khilafah Islam. Karena hanya khilafahlah yang akan secara nyata menghentikan semua penghinaan itu, serta melindungi kehormatan Islam dan umatnya, khususnya pribadi Rasulullah Muhammad, Nabi yang mulia. Inilah yang pernah ditunjukkan oleh Khalifah Abdul Hamid II terhadap Perancis dan Inggeris yang hendak mementaskan drama karya Voltaire, yang menghina Nabi Muhammad saw. Ketegasan sang Khalifah, yang akan mengobarkan jihad melawan Inggeris itulah yang akhirnya menghentikan kejahatan Inggeris untuk mementaskan drama tersebut.
  3. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk mewaspadai setiap upaya kaum Kafir penjajah, beserta antek-anteknya yang juga dengan sengaja menyerang keagungan ajaran Islam, termasuk kewajiban untuk menegakkan Khilafah.


Wassalam,

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: ismaily@telkom.net

Gedung Anakida Lantai 7
Jl. Prof. Soepomo Nomer 27, Jakarta Selatan 12790
Telp / Fax : (62-21) 8312111
Email : info@hizbut-tahrir.or.id
Website : http://www.hizbut-tahrir.or.id


Blog EntryHukuman Mati untuk Penghina NabiFeb 24, '08 4:30 AM
for everyone

 hukman-mati_0589.jpg img_0611.jpg img_0639.jpg img_0704.jpg

hukman-mati_0589.jpg

Ustadz Farid Wadjdi, ketua Lajnah I’lamiyyah DPP HTI

img_0611.jpg

Jubir HTI, Ustadz Ismail Yusanto memberikan keterangan pers

img_0614.jpg

img_0728-mak.jpg

Ustadz Muhammad al-Khaththath, (Ketua DPP HTI / Sekjen FUI)

img_0665.jpg

Ustadz Munarman, SH turut memberikan orasi

img_0639.jpg

Ustadz Hafidz Abdurrahman (Ketua Umum DPP HTI) bersama Ustadz Rahmat Kurnia (Ketua Lajnah Siyasiyyah DPP HTI)

img_0698.jpg

img_0704.jpg

Kaum muslimah bersemangat membela Nabi mereka

img_0627.jpg

Muslimah HTI membawa bendera Nabi


Saturday, 16 February 2008

 Syabab.Com - Ribuan kaum Muslim Denmark di Copenhagen menggelar aksi unjuk rasa memprotes pemuatan ulang kartun Nabi Muhammad Saw oleh koran Jyllands Posten Denmark. Aksi tersebut diorganisir oleh Gerakan Islam internasional, Hizbut Tahrir Denmark.

Para peserta aksi melakukan long march di sekitar jalan-jalan ibu kota seraya meneriakkan takbir, "Allahu akbar" dan kecaman, "Kebebasan Berbicara seperti penyakit!".

Banyak diantara mereka membawa bendera hitam dan putih, panji Rasulullah Saw. bertuliskan kalimah tauhiid, laa ilaaha illallah muhammad rasulullah. Aksi tersebut digelar oleh organisasi Islam Hizbut Tahrir di distrik Noerrebro. Televisi Denmark channel TV2 mengatakan sekitar 1500 orang ikut berpartisipasi dalam aksi ini.

Hizbut Tahrir menggelar protes "Kebenciaan penghinaan yang menyerang Nabi Muhammad", kata organisasi tersebut dalam sebuah website. Di Denmark gerakan ini sangat aktif melakukan dakwah Islam mulai dari penentangan terhadap film anti Islam di Belanda hingga berbagai diskusi di berbagai forum dan kampus-kampus.

 Lekas selepas Sholat Jumat, kaum Muslim Denmark dari berbagai latar belakang mengekspresikan kemarahannya bahwa satu kartun yang mereka temukan sebagai alasan bertahan telah dicetak ulang kembali.

Tiga koran besar Denmark, pada 13 februari mencetak ulang gambar yang menghina Nabi Muhammad Saw yang dibuat seorang kartunis, Kurt Westergaard. Kartun tersebut pernah diterbitkan pada tahun 2005 oleh koran Jyllands-Posten yang memicu protes masyarakat muslim di berbagai dunia.

Surat-suratkabar Denmark mengatakan penerbitan-ulang itu adalah kebebasan mengemukakan pendapat setelah polisi mematahkan suatu komplotan hendak membunuh pembuat kartun tersebut.

Taji Mustafa dari Hizbut Tahrir Inggris (HTB) mengatakan, "Apakah media di Denmark yang menyerang kaum Muslim dengan kebencian mereka terhadap Nabi, para politisi Belanda meneyerang kaum Muslim dengan ancaman untuk melarang al-Quran, atau media Inggris yang menyerang kaum Muslim sampai diselimuti serangan terhadap syariah, berbagai coretan xenophobic Eropa rasanya satu alat yang menyatukan dari kiri dan kanan di benua ini."

 Aksi serupa juga digelar di Jalur Gaza. Sedangkan ratusan pelajar serta pemuda melakukan aksi protes atas pemuatan kartun Nabi di Pakistan pada hari Kamis. Mereka turun ke jalan sambil meneriakkan ucapan-ucapan anti Pervez Musharraf karena tidak mengangkat isu tersebut dengan pemerintah Denmark.

Penghinaan dan kebencian atas Nabi, Islam dan kaum Muslim terus bergulir dari orang-orang kafir. Kaum Muslim pun masih terpesona dengan Barat. Hingga kapan penghinaan tersebut selesai? Khilafah kali kedua akan segera mengakirinya. Insya Allah. [z/bloomberg/bbc/voa/syabab.com]

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.