SaaTnYa kHiLaFaH MEmimPiN DuNiA...!!!


Down-Down USA...Rise-Rise Khilafah!!!

indra's posts with tag: china

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag china

Ledakan kembali terjadi di Xinjiang daerah bagian Barat Daya China pada Ahad (10/08/08), pada hari kedua Olimpiade Beijing. Dua orang tewas pada ledakan yang terjadi hampir sepekan setelah peristiwa ledakan yang menewaskan 16 orang tersebut.

Sementara, ledakan yang menewaskan 16 orang dan 16 lainnya mengalami luka-luka tersebut terjadi pada Selasa (4/8) di Propinsi Xinjiang, Barat Laut China yang berpenduduk mayoritas muslim.

Menurut beberapa saksi ledakan terjadi pada wakut fajar. Mereka melihat kobaran api dan mendengar tembakan-tembakan sporadis. Pemerintah China menyatakan militan Uighur di Xinjiang yang mengkampanyekan kemerdekaan “Turkestan Timur” menjadi ancaman tehadap Olimpiade.

Upaya China Memberangus Gerakan Islam

Sejak serangan bom yang telah menewaskan 16 orang tersebut, pejabat resmi Xinjiang menuduh kelompok Islam di balik aksi penyerangan tersebut. Mereka juga menyebut-nyebut partai politik global Hizbut Tahrir. Bahkan sebelumnya, berbagai propaganda larangan terhadap gerakan ini gencar di kawasan tersebut.

Beberapa media internasional ikut serta meneruskan tuduhan ini. Seperti dikutip oleh Times Online, Turkish Weekly, dan media lainnya.

“Baru-baru ini media China menyebutkan juga Hizbut Tahrir, sebuah kelompok yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan sekular di Asia dan menggantikannya dengan Khilafah,” tulis media Turkish Weekly yang mengutip berita dari Radio Free Europa Radio Liberty (RFE/RL).

Sementara itu Times Online memberitakan hal yang sama.

“Pejabat resmi di Xinjiang  meningkatkan perhatiannya terkait meluasnya sebuah kelompok sunni internasional yang disebut Hizbut Tahrir, atau Partai Pemebebasan, yang bertujuan untuk menyusun Khilafah Islamiyyah di penjuru Asia dan telah menggelar protes di kota sebelah Barat Khotan di bulan Maret,” tulis Jane Macartney pada media Times Online.

Hizbut Tahrir Menolak Tuduhan Cina

Pemerintah China berulangkali menuduh partai politik global anti kekerasan Hizbut Tahrir sebagai pelaku sebuah serangan di perbatasan China yang telah menewaskan 16 orang polisi. Menanggapi tuduhan pemerintah China tersebut, Taji Mustafa, perwakilan media Hizbut Tahrir Inggris (HTB) dengan tegas menolak tuduhan yang tak berdasar tersebut.

“Kami menolaK tuduhan tak beralasan ini. Semua mengetahui sejak didirikan pada tahun 1953, Hizbut Tahrir hanya melakukan pekerjaan politik untuk mendirikan kembali Khilafah Islam di dunia Muslim,” kata Taji Mustafa.

“Seperti tuduhan-tuduhan yang dilakukan secara berkala oleh para tirani di dunia Muslim, seperti Karimov atau Mubarak, sebagai perintah untuk memberikan sebuah justifikasi untuk penindasan brutal mereka terhadap aktivitas politik partai ini,” tegasnya lagi.

Taji Mustafa menegaskan bahwa rejim China secara kejam telah menindas warga Musim dibawah jubah “perang melawan teror”. Masjid-masjid telah dimusnahkan, para Imam ditahan untuk berhaji ke Makkah dan kaum Muslim dintimidasi.

“Meskipun penindasan kejam ini, Islam di kawasan itu mengalami pembangkitan kembali yang terpantul seluruh Asia Tengah dan Tenggara, dengan tumbuhnya keinganan massa menyerukan untuk kembali pada Islam dalam negara dan masyarakat,” tambahnya lagi.

Taji menegaskan kejadian ini akan seperti yang mereka inginkan, akan digunakan oleh pemerintah China untuk menekan Hizbut Tahrir dan kaum Muslim di China.

“Pemerintah China akan terus berlanjut untuk mencegah, memenjarakan, menyiksa, dan mengintimidasi kaum Muslim di China, tidak lebih dari menyaingi model pemerintah Barat yang telah konsisten menggunakan “war on terror” untuk membisukan penolakan politik dan penyerangan mereka atas dukungan yang terus tumbuh terhadap Khilafah di dunia Muslim,” tegas Taji Mustafa. (q/li)


Thursday, 10 July 2008 09:59

Syabab.Com - Pemerintah China telah memperingatkan sebuah gerakan Islam global sebagai salah satu musuh baru di Xinjiang. Peringatan tersebut disampaikan melalui propaganda di jalan-jalan di Kota Kashgar. Namun warga di provinsi yang bermayoritas Islam tersebut tak percaya Hizbut Tahrir sebagai sebuah ancaman. Gerakan yang berdiri di Bumi al-Quds, 1953 ini ingin melanjutkan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Rasyidah.

Propaganda Busuk China

Peringatan pemerintah tersebut dilakukan melalui slogan-sloga yang dipasang di jalan-jalan di kota Kashgar. Pemerintah Cina memperingatkan ancamannya pada apa yang mereka sebut sebagai musuh baru, Partai Pembebasan Islam atau Hizbut Tahrir.

"Hantam keras perlawanan terhadap Partai Pembebasan Islam" dan "Partai Pembebasan Islam merupakan sebuah organisasi Teroris" terbaca di papan-papan di Kashgar yang tertulis dengan warna merah, keduanya menggunakan tulisan China dan bahasa Arab Uighur.

Para penduduk yang lalu lalang tampak sedikit dengan perhatian terhadap pesan itu, yang mana mereka biasa setiap hari diberondong oleh propaganda dari pemerintah yang mengumumkan "pemecahbelahan", "aktivitas agama yang ilegal" dan menyerukan persatuan dan keharmonisan etnis.

"Saya tidak mengetahui apa kelompok itu," kata seorang warga Uighur, yang tidak mau disebut namanya, sambil berjalan cepat.

Partai yang lebih dikenal sebagai Hizbut Tahrir ini bertujuan untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan mendirikan kembali Khilafah Islamiyyah bagi kaum Muslim. Pemerintah China mengatakan bahwa gerakan ini sebagai gerakan teroris. Ia menyebutkan bahwa gerakan ini beroperasi di kawasan barat jauh, Xinjiang, rumah bagi sekitar 8 juta kaum Muslim, masyarakat Uighur yang mereka terluka di bawah aturan China.

Tetapi menurut kelompok tersebut, termasuk juga beberapa pengamat mengatakan bahwa Hizbut Tahrir tidak mendukung kekerasan dan mereka menuduh China memainkan ancaman sebagai dalih lebih jauh perpecahan dalam kegelisahan Xinjiang, terutama di hadapan pergelaran Olimpiade Beijing pada musim panas ini. Perwakilan kelompok ini di Inggris seperti yang dikatakan Taji Mustafa menegaskan bahwa Hizbut Tahrir hanya menyokong aktivitas tanpa kekerasan.

Pihak Penjara pun Cemas Atas Pengaruh Hizbut Tahrir

Sebagai daerah bagian dari China yang sering terjadi perselisihan, seperti Tibet, Banyak warga Uighur baru-baru ini memiliki pertumbuhan ekonomi dan benturan budaya dari warga Han China yang dalam beberapa kasus telah digalakan oleh pemerintah.

Beijing menuduh para militan Uighur bekerja dengan al-Qaeda telah menggunakan teror menggiring pada kemerdekaan negara yang disebut Turkistan Timur. Klaim tersebut telah digagalkan sedikitnya dua plot pada tahun terakhir untuk meluncurkan serangan selama Olimpiade Beijing.

Tetapi munculnya isu Hizbut Tahrir merupakan fenomena aktual terbaru di Xinjiang.

"Organisasi secara ekstrim elastis dan berpengaruh, walaupun terbatas di sebelah selatan Xinjiang, rupa-rupanya telah tumbuh," kata Nicholas Bequelin dari Human Rights Watch.

"Institusi penjara juga telah cemas akan adanya pengaruh dari para pengikut Hizbut Tahrir terhadap para terpidana," ia menambahkan.

Upaya China Membungkan Islam

China menghendaki pelarangan atas Hizbut Tahrir, namun gerakan ini tak pernah menggunakan kekerasan dalam perjuangannya. Pada bulan November, kantor berita China Xinhua mengumumkan hukuman berkisar antara hukuman mati hingga hidup di penjara bagi enam warga Uighur yang dituduh melakukan "pemecahbelahan dan mengorganisir kelompok teroris" serta mencakup Hizbut Tahrir.

Satu orang ditemukan bersalah atas tuduhan "secara pro aktif mengemban akitivitas agama ekstrim dan mempromosikan jihad, membangun training berbasis teroris dan mempersiapkan sebuah Khilafah Islam," Xinhua melaporkan.

Pada bulan April, pemerintah Xinjiang menyalahkan Hizbut Tahrir karena menghasut protes di Khotan, yang mana Kongres Uighur Dunia mengatakan sekitar 1000 orang turun ke jalan-jalan.

Hizbut Tahrir merupakan partai Islam global yang bergerak di lebih 40 negera baik di negeri-negeri Muslim maupun di negeri Barat, seperti di Inggris, Belanda, Denmark dan Australia. Gerakan yang lahir di Bumi Al-Quds, Palestina pada 1953 ini menghendaki penerapan syariah Islam melalui metode penegakkan Khilafah Islamiyyah. Di China, pertumbuhan gerakan yang mengingkan syariat Islam ditegakkan melalui Khilafah Islamiyyah ini tumbuh dengan pesat. Sampai-sampai beberapa pihak khwatir atas pesatnya dakwah yang diemban oleh para aktivis Hizbut Tahrir di negeri tersebut. [z/reuters/shanghaiis/syabab.com]


Sekitar tahun 1930-an, sejarah kehebatan seorang laksamana laut asal Tiongkok pada abad ke-15 mulai terkuak. Adalah batu prasasti di sebuah kota di Provinsi Fujian, Cina yang bersaksi dan mengisahkan jejak perjalanan dan petualangan seorang pelaut andal dan tangguh bernama Cheng Ho atau Zheng He.

Catatan perjalanan dan penjelajahan yang luar biasa hebatnya itu tak hanya memiliki arti penting bagi bangsa Cina. Jejak hidup Laksamana Cheng Ho juga begitu berarti bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Seperti halnya, petualang hebat dari Maroko, Ibnu Battuta, Cheng Ho pernah singgah di Nusantara dalam ekspedisinya.

Matt Rosenberg, seorang ahli geografi terkemuka dunia mengungkapkan, ekspedisi laut yang dipimpin Cheng Ho telah dilakukan 87 tahun sebelum penjelajah kebanggaan Barat, Christopher Columbus, mengarungi luasnya samudera biru. Tak hanya itu, ekspedisi arung samudera yang dilakukan Cheng Ho juga jauh lebih awal dari penjelajah asal Portugis, Vasco da Gama dan petualang asal Spanyol, Ferdinand Magellan.

Petualangan antarbenua yang dipimpin Cheng Ho selama 28 tahun (1405 M -1433 M) itu berlangsung dalam tujuh kali pelayaran. Menurut Rosenberg, tak kurang dari 30 negara di benua Asia dan Afrika disinggahi Cheng Ho. Jarak tempuh ekspedisi yang dipimpin Cheng Ho beserta pengikutnya mencapai 35 ribu mil.

Dalam batu prasasti yang ditemukan di Provinsi Fujian itu, Cheng Ho mengatakan bahwa dirinya diperintahkan kaisar Dinasti Ming untuk berlayar mengarungi samudera menuju negara-negara di luar horizon. Dalam ekspedisinya mengelilingi benua Afrika dan Asia itu, Cheng Ho mengerahkan armada raksasa dengan puluhan kapal besar dan kapal kecil serta puluhan ribu awak.

Pada ekspedisi pertama, ia mengerahkan 62 kapal besar dan belasan kapal kecil yang digerakkan 27.800 ribu awak. Pada pelayaran ketiga, Cheng Ho menurunkan kapal besar sebanyak 48 buah dengan 27 ribu awak. Sedangkan pada pelayaran ketujuh, tak kurang dari 61 kapal besar dikerahkan dengan awaknya mencapai 27.550 orang. Padahal, ekspedisi yang dilakukan Columbus saat menemukan benua Amerika hanya mengerahkan tiga kapal dengan awak mencapai 88 orang.

Sebuah ekspedisi yang benar-benar dahsyat. Dalam setiap ekspedisi itu, secara khusus Cheng Ho menumpangi 'kapal pusaka'. Sebuah kapal terbesar pada abad ke-15 M. Betapa tidak, panjangnya saja mencapai 138 meter dan lebarnya sekitar 56 meter. Ukuran kapal yang digunakan Cheng Ho untuk menjelajah samudera itu lima kali lebih besar dibanding kapal Columbus.

Menurut sejarawan, JV Mills kapasitas `kapal pusaka' itu mencapai 2.500 ton. Pencapaian gemilang Cheng Ho melalui ekspedisi lautnya pada abad ke-15 M menunjukkan betapa peradaban Cina telah memiliki kapal-kapal besar serta kemampuan navigasi untuk menjelajahi dunia. Anehnya, keberhasilan yang dicapai Cheng Ho itu tak diikuti dengan ekspedisi berikutnya.

''Cheng Ho terlahir sekitar tahun 1371 M di Provinsi Yunan sebelah baratdaya Cina," ungkap Rosenberg. Nama kecilnya adalan Ma Ho. Dia tumbuh dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Muslim. Apalagi, sang ayah pernah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Makkah. Menurut Rosenberg, nama keluarga Ma digunakan oleh keluarga Muslim di Tiongkok merujuk pada Muhammad.

Ketika berusia 10 tahun (1381 M), Ma Ho kecil dan anak-anak yang lain ditangkap tentara Cina yang menginvasi wilayah Yunan. Pada usia 13 tahun, dia dan tahanan muda lainnya dijadikan pelayan rumah tangga Pangeran Zhu Di - anak keempat kaisar Cina. Namun, Ma Ho menjadi pelayan khusus Pangeran Zhu Di.

Pergaulannya dengan pangeran, membuat Ma Ho menjadi pemuda yang tangguh. Dia jago berdiplomasi serta menguasai seni berperang. Tak heran, bila dia kemudian diangkat menjadi pegawai khusus pangeran. Nama Ma Ho juga diganti oleh Pangeran Zhu Di menjadi Cheng Ho. Alasannya, kuda-kuda milik abdi (kasim) kaisar terbunuh dalam pertempuran di luar Istana yang dinamakan Zhenglunba.

"Cheng Ho juga dikenal sebagai San Bao yang berarti `tiga mutiara','' papar Rosenberg. Cheng Ho yang memiliki tinggi badan sekitar tujuh kaki, posisinya kian menguat ketika Zhu Di diangkat menjadi kaisar pada 1402. Cheng Ho pun lalu didaulat menjadi laksamana dan diperintahkan untuk melakukan ekspedisi. Cheng Ho, merupakan abdi istana pertama yang memiliki pososi yang tinggi dalam militer Cina.

Ekspedisi pertama Cheng Ho dilakukan pada tahun 1405 M - 1407 M. Sebelum memulai ekspedisinya, rombongan besar itu menunaikan shalat terlebih dulu di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai Caliut, barat daya India dan sampai di wilayah Asia Tenggara: Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Vietnam, Srilangka. Di setiap persinggahan armada itu melakukan transaksi dengan cara barter.

Tahun 1407 M - 1409 M ekspedisi kedua kembali dilakukan, namun Cheng Ho tak ikut memimpin ekspedisi ini, dia tetap di Cina merenovasi masjid di kampung halamannya. Ekspedisi ketiga digelar pada 1409 M - 1411 M menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413 M - 1415 M kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417M - 1419 M) dan keenam (1421 M - 1422 M). Ekspedisi terakhir (1431 M- 1433 M) berhasil mencapai Laut Merah.

Ekspedisi luar biasa itu tercatat dan terekam dalam buku Zheng He's Navigation Map yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan. Jalur perdagangan Cina berubah, tidak sekadar bertumpu pada 'Jalur Sutera' antara Beijing-Bukhara.

Tak ada penaklukan dalam ekspedisi itu. Sejarawan Jeanette Mirsky menyatakan, ekspedisi bertujuan untuk memperkenalkan dan mengangkat nama besar Dinasti Ming ke seluruh dunia. Kaisar Zhu Di berharap dengan ekspedisi itu, negara-negara lain mengakui kebesaran Kaisar Cina sebagai The Son of Heaven (Putra Dewata. Tindakan militer hanya diterapkan ketika armada yang dipimpinnya menghadapi para perompak di laut. Cheng Ho tutup usia di Caliut, India ketika hendak pulang dari ekspedisi ketujuh pada 1433 M. Namun, ada pula yang menyatakan dia meninggal setelah sampai di Cina pada 1435. Setiap tahun ekspedisinya selalu dikenang.


republika.co.id


Oleh : Charles Cumming
The Guardian
china.jpgDalai Lama sudah sering mendapatkan sebutan dalam berbagai kesempatan. Rubert Murdoch pernah menggambarkan dia sebagai “seorang biksu tua yang sangat berpandangan politik yang berjalan dengan memakai sepatu Gucci”, sementara Larry King dari CNN pernah salah salah menggambarkan pemimpin politik dan spiritual rakyat Tibet itu sebagai seorang aktivis muslim terkemuka. Namun, hingga minggu lalu, tidak seorangpun yang menyebut dirinya sebagai seorang teroris.

Pastilah pemerintah China yang melontarkan tuduhan itu. Menurut Beijing, kekerasan yang terjadi baru-baru ini di Tibet didalango oleh Dalai Lama bersekongkol dengan kelompok militan Uighur dari Xinjiang, yang merencanakan tindakan teroris pada Olimpiade nanti. Ini adalah kali yang kedua dalam dua minggu yang dituduhkan China atas kelompok separatis Xinjiang bahwa mereka merupakan ancaman bagi Olimpiade itu. Namun, dengan pengecualian sebuah tulisan Parag Khanna pada halaman ini, pers Inggris tidak berhasil meliput peristiwa ini lebih lanjut.

Murni karena alasan-alasan kepentingan sendiri, saya kecewa dengan hal ini. Secara kebetulan, novel saya, Typhoon, berkaitan dengan rencana yang dibuat kelompok radikal Uighur yang disponsori Amerika untuk meledakkan Olimpiade di Beijing. Saran yang diberikan China bahwa conspirasi semacam ini sebenarnya adalah saluran publisitas yang kebanyakan diimpikan oleh para novelis. Namun, ada sesuatu hal yang lebih serius yang dibuat. Obsesi media Inggris dengan penduduk Tibet yang beragama Budha mengatakan tindakan Barat atas Xinjiang dan penduduknya yang kebanyakan adalakah kaum muslim berbahasa Turki.

Mungkin saja bahwa orang-orang itu masih tidak peduli terhadap Xinjiang karena mereka tidak punya Dalai Lama, tidak ada Richard Gere yang menjadikan hal ini menjadi perhatian internasional. Jika hal itu ada, maka kita akan lebih banyak tahu atas tindakan barbar atas penduduk Uighurs dari hari ke hari.

Sedemikian paranoidnya pemerintah China atas ancaman dari sebuah kelompok separatis Xinjiang sehingga mereka akan memenjarakan penduduk yang tidak berdosa atas alasan alasan yang lemah.

Penduduk Uighurs telah ditahan karena membaca Koran yang bersimpati atas perkara kemerdekaan. Yang lainnya ditahan hanya karena mendengar Radio Free Asia, sebuah stasiun radio berbahasa Inggris yang didanai oleh Konggres Amerika. Bahkan membicarakan separatisme di muka umum adalah hal yang bisa berakibat hukuman penjara yang lama, tanpa ada surat perintah penangkapan, perwakilan hukum yang efektif  atau pengadilan yang fair. Sekitar 100 orang penduduk Uighur ditahan di Khotan baru baru ini setelah beberapa ratus orang berdemonstrasi di tempat belanja di kota, yang terletak di Jalan Sutera.

Dan apakah yang terjadi pada penduduk Uighur laki-laki dan perempuan yang tidak berdosa itu ketika mereka ditahan pada penjara Xinjiang yang terkenal sebagai “penjara hitam”? Amnesty Internasional telah melaporkan sedemikian banyak insiden penyiksaan, darimulai sundutan rokok pada kulit hingga menenggelamkan kepala di air atau berenang telanjang bulat di tempat pembuangan kotoran. Para tahanan dicungkin kukunya dengan tang, diserang oleh anjing and dibakar dengan tongkat pemukul listrik, bahkan dipecut dengan pecutan untuk hewan ternak.

 Di Typhoon, saya mengkaitakan kisah nyata yang menakutkan atas seorang tahanan Xinjiang yang ujung penisnya dimasukkan helai rambut kuda. Melalui penyiksaan yang kejam ini, korban dipaksa untuk memakai helm metal dikepalanya. Kenapa? Karena teman satu penjara yang sebelumnya begitu trauma dengan perlakuan di penjara itu hingga dia membenturkan kepalanya ke sebuah radiator dalam usaha bunuh diri.

Ini adalah realitas kehidupan modern Xinjiang. Apa yang orang China harapkan dari perlakuan yang tidak manusiawi ini masih tidak jelas. Menurut Corinna-Barbara Francis,  seorang peneliti dalam tim Amnesty Internasional untuk Asia Timur, “tekanan yang meningkat atas penduduk Uighur oleh pihak berwenang China bisa memberikan kesan yang berbahaya bahwa yang sedang dilakukan China adalah memerangi radikalisasi penduduk dan penggunaan respon penindasan yang keras.”

Penduduk Uighur memiliki motif, pada akhirnya, untuk melawan. Pada tanggal 5 Januari tahun ini, 18 orang penduduk Uighur dibunuh dan 17 orang lainnya ditahan selama serangan pada apa yang digambarkan oleh China sebagai “kamp pelatihan teroris” in pegunungan Pamir. Namun, banyak pengaman barat yang meragukan keabsahan

klaim itu. Itu karena tidak adanya bukti rencana serangan pada Olimpiade, dan pihak berwenang China belum mengeluarkan bukti apapun yang menunjukkan bahwa

 laki-laki dan perempuan yang dibunuh di bulan Januari itu terkait dengan Al-Qaida.

Rebiya Kadeer, presiden Konggres Uighur Sedunia, yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat meyakini bahwa ancaman “terorisme” di Xinjiang adalah dilebih-lebihkan dan dipakai oleh Beijing “baik sebagai justifikasi bagi penindasan lebih lanjut maupun sebagai asimilasi budaya dari penduduk Uighur” dan sebagai taktik pengecoh yang didisain untuk mengelabui catatan buruknya pelanggaran HAM di wilayah itu. Tapi siapa yang mau mendengarnya?(www.hizb.org.uk; 7/04/2008)


Beijing: Pihak berwenang China menuduh sebuah kelompok Islam radikal Hizbut sebagai penyebab protes yang terjadi baru-baru ini di wilayah barat yang bergejolak, Xinjiang, seperti dilaporkan media pemerintah.

Para pemimpin China menuduh Hizbut Tahrir menyebarkan dan memasang pamflet “reaksioner” yang menyerukan orang untuk berdemonstrasi di ibukota Hinjiang, Urumqi, maupun di Hotari, Kashgar, dan wilayah otonomi Kizilsu Kyrghiz, seperti dilaporkan Kantor Berita China dalam websitenya pada hari Jumat lalu. Laporan itu menyebutkan bahwa kelompok itu bertanggung jawab karena menyulut demonstrasi “illegal” pada tanggal 23 di Hotan yang kemudian dibubarkan polisi. Pertanyaan lewat telepon yang ditujukan ke pihak berwenang di Xinjiang pada hari Sabtu lalu tidak dijawab.

Hizbut Tahrir menyerukan pendirian sebuah negara Islam dunia, tapi mengklaim menolak kekerasan dalam aksinya. Kelompok itu sudah dilarang di Rusia dan Asia Tengah, dimana disana dilaporkan memiliki banyak pengikut di wilayah dengan mayoritas muslim di bekas republik-republik Uni Soviet itu.

Radio Free Asia yang dibiayai pemerintah Amerika sebelumnya melaporkan bahwa beberapa ratus orang Uighur ditahan pada tanggal 23 Maret itu setelah terjadi demonstrasi dan di wilayah yang bersebelahan dengannya.

RFA mengatakan bahwa para demonstran menuntut pihak berwenang agar tidak malarang penggunaan jilbab di wilayah mayoritas muslim itu, dan menghentikan penyiksaan atas penduduk Uighurs dan melepaskan para tahanan politik. Mereka juga memprotes kematian seorang pedagang terkenal yang mati dalam tahanan polisi, kata laporan itu.

Protes itu terjadi ketika pemerintah menerjurkan polisi dan tentara ke Tibet dan wilayah lainnya untuk menghadapi kerusuhan dalam huru-hara anti pemerintah yang berbeuntut kekerasan di ibukota Tibet, Lhasa, pada pertengahan Maret.

Seperti juga Tibet, Xinjuang adalah sebuah wilayah dengan kebudayaan yang berbeda dari kebudayaan Han, yang merupakan etnis mayoritas di China. Penduduk Uighurs yang muslim dan berbahasa Turki telah lama mencoba untuk merdeka dan banyak orang yang telah ditahan seumur hidup atau mendapat hukuman mati atas tuduhan separatisme. Etnis mayoritas Han mendominasi ekonomi dan pemerintahan di wilayah itu.

Bulan lalu, media pemerintah melaporkan bahwa seorang mengakui berusaha untuk membajak dan menabrakkan sebuah pesawat penumpang China yang terbang dari Xinjiang pada apa yang dikatakan para pejabat sebagai sebuah tindakan terror yang dilakukan oleh sebuah kelompok Islam radikal independen, Gerakan Islam Turkistan Timur. Laporan itu menyebutkan bahwa wanita tadi adalah seorang penduduk Uighur.(Riza Aulia; 07/04/2008, www.hizb.org.uk)


Blog EntryCina tindak pornografi internetJan 25, '08 5:19 AM
for everyone
Indonesia mesti belajar sama Cina dalam melindungi warganya dari bahaya porografi yang mewabah melalui internet. Negara ini mengumumkan telah menutup 44.000 situs internet dan menahan lebih dari delapan ratus orang tahun lalu, dalam upaya pemerintah untuk meredam pornografi internet.

Suara-islam.com--Demikian lah yang terjadi di negeri dengan jumlah penduduk terbesar di dunia ini. Sebagaimana dilaporkan Redaktur BBC untuk Asia Timur Steve Jackson, data resmi menunjukkan Cina memiliki sekitar dua ratus juta pengguna internet, paling banyak di dunia, kecuali Amerika Serikat.

Namun, kebijakan Beijing terhadap internet sangat berbeda. Puluhan ribu orang dikerahkan untuk menyensor isi internet dan menyaring jaringan-jaringan internet.

Sedikitnya 199.000 situs didaftarkan pada pemerintah tahun lalu, namun sekitar 14 ribu lainnya tidak memiliki akses ke intenet karena tidak mendapatkan izin resmi.

Masalah sosial

Pernyataan itu berasal dari hasil pertemuan sejumlah institusi pemerintah yang menyebutkan, sumber-sumber pornografi berasal dari luar negeri, dan Cina dianggap sebagai lahan untuk berkembangnya situs porno.

Pemerintah Cina menganggap pornografi sebagai masalah sosial besar yang harus ditangani.

Upaya meredam situs porno ini dipusatkan pada mereka yang meraup keuntungan dengan menyebarkan pornografi melalui internet dan telpon seluler, operator situs porno di luar negeri serta pengguna internet di Cina.

Namun para pegiat hak asasi menuduh pemerintah menggunakan operasi itu untuk menutupi langkah menekan pembangkang politik menjelang Olimpiade di Beiing bulan Agustus mendatang. [bbc/www.suara-islam.com]


Wednesday, 26 December 2007

Menutup Mata Atas Kebrutalan Keji Karimov

 Syabab.Com - Presiden China, Hu Jintao ucapkan selamat pada Karimov. Seperti diduga sebelumnya, Karimov memastikan menang dalam pemilu licik dan penuh dengan tindakan brutal pada Ahad (23/12) lalu. Hai itu wajar, karena Karimov telah meringkus semua lawan politiknya dan membunuh ribuan rakyatnya yang menentang kepemimpinannya. Mereka kebanyakan dari kaum Muslim yang menginginkan syariah Islam ditegakkan. Karimov telah memenangkan 88,1 % suara pada Pemilu Palsu, sebagai hasil dari kebrutalan si Tangan Besi selama belasan tahun.


Presiden Hu Jintao pada Selasa (25/12) telah mengirimkan ucapan selamat kepada Karimov atas kemenangannya kembali menjadi presiden Uzbekistan. Dalam pesannya, Hu mengatakan bahwa China dan Uzbekistan merupakan negeri sahabat yang berdekatan dan dua rakyatnya memiliki persahabatan tradisional yang menyenangkan.

Hu mengatakan sejak dua negara menempa hubungan diplomatik selama 17 tahun, dengan upaya bersama kedua negara telah membangun mitra persahabatan yang berdasarkan pada kehormatan bersama, keyakinan bersama, persamaan dan manfaat bersama.

Hu juga berkata, "Kami puas melihat bahwa dalam tahun baru-baru ini, Uzbekistan telah menikmati situasi politik yang stabil, pengembangan ekonomi yang tetap dan standar hidup rakyat sungguh-sungguh meningkat dan itu pengaruh internasional yang terus berlangsung diperluas."

"Saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan anda, rakyat Uzbekistan akan sampai pada presetasi yang lebih besar pada pembangunan negeri mereka sendiri." lanjut Hu Jintao.

Menutup Mata Atas Kebrutalan Keji Karimov

Entah, Hu lupa atau tidak melihat, atau malah bersekongkol dengan Karimov, sungguh di bawah kepemimpinan Karimov yang bertangan besi tersebut ribuan rakyatnya menjadi korban atas upaya melanggengkan rejimnya. Kemenangan Karimov adalah hasil kebrutalan dan perlakukan keji si tangan besi itu kepada rakyatnya. Pemerintah Barat yang biasa menggemoborkan ham dan demokrasi pun diam.

 Hu bersama Bush, Sama-sama DiktatorPenguasa China memang tidak jauh dengan Karimov. Di wilayah China sendiri, penguasa mereka seringkali meringkus para pengemban dakwah yang menginginkan aturan Allah tegak di wilayah Asia Tengah tersebut.

Kebrutalan Karimov hanya akan semakin menguatkan iman dan dakwah para pengemban dakwah di tanah keturunan Imam Bukhari tersebut.

Dr. Imran Wahid, perwakilan media Hizbut Tahrir Inggris mengatakan bahwa kebrutalan Karimov dan diamnya pemerintah Barat atas tindakan Karimov menunjukkan keputusasaan negeri mereka terhadap jutaan kaum Muslim, dari Asia Tengah hingga Indonesia yang menyerukan penegakkan kembali syariah dan Khilafah yang akan menggantikan sistem kediktatoran, monarki dan kerajaan yang rusak yang telah melayani kepentingan Barat sejak mereka menghancurkan Khilafah pada 1924.

"Walaupun sudah 18 tahun bagi Karimov menjalankan program penganiaayaan, pembunuhan, pembantaian, penghinaan dan kebrutalan, rakyat Uzbekistan diantara yang paling nyaring menyuarakan kepada dunia seruan penegakkan kembali Khilafah. Mereka mengetahui bahwa tekanan  dan tirani Karimov tidak akan melenyapkan jalan melalui pemilu yang penuh tipuan atau reformasi tetapi hanya melalui Khilafah yang akan menerapkan Islam sebagai sistem yang konprenhensif, membebaskan orang-orang dari kolonialisme Barat dan pengabdian ke Rusia serta melindungi kepemilikan, hak dan kewibawaan warga negaranya." kata Waheed.

Hizbut Tahrir Inggris (HTB) merupakan gerakan muslim di Inggris yang getol mengungkap kebrutalan Karimov, terutama setelah ribuan para aktivis Hizbut Tahrir di Uzbekistan dipenjarakan dan dibunuh oleh Karimov sejak lima tahun terakhir. [z/f/xinhua/syabab.com]


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.