Simon Saragih
Kebohongan Pemerintah
Untuk adilnya, baca dulu tudingan pemerintah pada Al Qaeda, yang dikatakan sebagai pembunuh Bhutto. Pemerintah
Pemerintah bahkan menegaskan tidak ada selongsong peluru yang menyebabkan kematian Bhutto. Isu peluru ini menjadi penting untuk dibelokkan oleh pemerintah (baca lanjutan di belakang). Pernyataan pemerintah ini jelas beda dengan kesaksian orang-orang dekat Bhutto di tempat kejadian bahwa dua peluru menembus tubuh Bhutto.
Sebagaimana dikatakan juru bicara Departemen Dalam Negeri Pakistan Brigade Javed Iqbal Cheema, Jumat (28/12), kelompok militan sudah mengincar Bhutto. Alasannya, berdasarkan versi pemerintah, Bhutto adalah antek-antek AS dan berbicara soal pembasmian ekstremis.
Kepada Cheema, pers bertanya saat jumpa pers, “Apakah Pemerintah
“Gentleman, mari kita percaya saja pada hasil temuan intelijen domestik,” kata Cheema.
Biro intelijen AS, FBI, sudah menawarkan untuk mengirim penyelidik. “
Lepas dari itu, atas tindakan Al Qaeda, Pemerintah
Mehsud sudah pernah membantah bahwa ia pernah merencanakan pembunuhan Bhutto, seperti dituduhkan pemerintah. Tuduhan kepada Mehsud juga muncul ketika pada 18 Oktober lalu Bhutto luput dari maut akibat ledakan bom di
Namun, Cheema mengatakan pemerintah sudah melacak percakapan Mehsud dengan militan lain, yang isinya adalah diskusi Mehsud setelah aksi bom bunuh diri yang menewaskan Bhutto.
Mehsud dan militan lain itu (diidentifikasi bernama Maulvi Sahib) saling bertutur soal aksi yang menurut mereka dilakukan anak buah mereka yang pemberani.
Rincian transkrip pun langsung diumumkan pemerintah. Namun bukti soal rekaman itu tidak ditunjukkan pemerintah.
Pemerintah juga memperlihatkan rekaman video kematian Bhutto akibat ledakan bom, tetapi rekaman ini pun agak buram. Namun intinya, pemerintah hendak menyebutkan, ledakan bom bunuh dirilah yang menyebabkan kematian Bhutto.
Soal peluru
Sebaliknya, berbagai televisi internasional, seperti CNN, BBC, Al Jazeera, menayangkan video yang memperlihatkan dua letusan senjata yang menyebabkan kematian Bhutto. Letusan senjata yang mengeluarkan peluru ini tentu perlu dibantah Pemerintah
Bruce Riedel, mantan ahli Pakistan dari CIA, Dewan Keamanan Nasional, Departemen Luar Negeri AS, menyatakan Al Qaeda memang sudah dikenal dengan berbagai serangan-serangan yang mematikan.
Akan tetapi, Al Qaeda jarang, bahkan bisa dikatakan tak pernah, menggunakan penembak jitu saat melakukan pembunuhan.
Nah, Sherry Rahma, pengurus Partai Rakyat
“Ini lucu dan jelas merupakan kebohongan. Saya melihat sendiri bahwa Bhutto terkena tembakan peluru,” kata Rahma, yang juga termasuk salah satu korban cedera, namun ringan, akibat ledakan bom yang muncul setelah penembakan atas Bhutto.
Ia pun heran dan bertanya, “Jika pemerintah serius menyelidiki kematian Bhutto, mengapa penyelidik belum juga menanyai orang-orang yang dekat dengan Bhutto pada saat kejadian.”
Ya, ada banyak hal yang mengherankan. Sebelum melakukan penyelidikan saksama, Al Qaeda sudah menjadi sasaran tudingan. Keanehan lainnya, aparat pemerintah langsung menyemprot dan mengeringkan lokasi pembunuhan Bhutto dari puing-puing. Lokasi itu langsung bersih. Saat aparat melakukan penyelidikan, tidak ada lagi yang bisa mereka lihat kecuali sekadar menunjuk-nunjuk tangan ke lokasi kejadian di
Bagi rakyat
Tak pelak lagi, kantor berita Press Trust of India (PTI) menuding agen intelijen
Dikatakan, Inter-Services Intelligence (ISI), intelijen yang sangat berpengaruh di
Ini senada dengan berita di The Los Angeles Times, yang mengutip pakar intelijen AS. Dikatakan, sudah tidak heran lagi jika militer, intelijen Pakistan, bahkan AS, pernah berkolaborasi dengan Al Qaeda, Taliban dan militan di Afganistan, Pakistan, untuk melawan penjajahan Uni Soviet di Afganistan.
Kolaborasi itu masih terus berlanjut hingga sekarang ini. Karena itu, pembunuhan Bhutto sangat tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja. Pembunuhan pasti dilakukan dengan dukungan berbagai pihak.
Jika intelijen
Apakah Musharraf berani membunuh Bhutto, yang oleh AS sudah dipilih untuk membentuk pemerintahan bersama. Keduanya sudah bertemu di
“Pembunuhan ini dirancang pemerintahan sekarang. Ini adalah bagian dari strategi AS untuk membuat rakyat takut karena
Pensiunan Letjen Hamid Gul, mantan Dirjen ISI, yang pengkritik Musharraf, bertutur, “Namun paling mudah bagi aparat menuding militan karena inilah cara terbaik untuk menyembunyikan pelaku sebenarnya.”
“Saya kira hubungan pemerintahan Presiden AS George Bush sudah terlalu kuat dengan Musharraf,” kata Bruce Riedel, penasihat Gedung Putih soal

Secara resmi, Benazir Bhutto dibesarkan dalam keluarga Islam. Ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto adalah Perdana Menteri Pakistan yang tewas digantung oleh Presiden Zia Ul-Haq setelah jenderal ini melancarkan kudeta. Zia sendiri karena sikap politiknya dinilai AS terlalu mengakomodasi kepentingan gerakan Islam, maka CIA membunuhnya lewat suatu operasi rahasia dengan meledakkan pesawat yang ditumpanginya.
Syabab.Com - Berita-berita utama Amerika Serikat (AS) beberapa hari lalu, mendesak Presiden GW. Bush supaya menilai ulang dukungannya terhadap Presiden Pakistan Pervez Musharraf dan usaha ke arah demokrasi Pakistan sehubungan dengan pembunuhan Benazir Bhutto. AS rupanya tak akan melepaskan cengkramannya di Pakistan untuk memastikan Pakistan terus melayani kepentingan AS.
Syabab.Com - Bhutto, tewas saat kampanye partainya di Rawalpindi. Banyak salah tingkah dari umat Islam atas kematian diktator Bhutto ini. Umat Islam semestinya mengambil pelajaran dan peringatan dari peristiwa ini.
Syabab.Com - Menanggapi terbunuhnya Bhuto Kamis lalu, Hizbut Tarir Britain (HTB) yang sejak beberapa bulan terakhir mengkampanyekan perubahan politik di Pakistan mengeluarkan beberapa pernyataan sikap. Menurut partai politik Islam internasional yang jaringannya tersebar di berbagai negeri ini ini berpendapat bahwa pembunuhan Bhuto pertanda semakin meperdalam krisis politik di Pakistan. Kondisi politik Pakistan semakin menurun.
Syabab.Com - Pasca tewasnya Bhutto, kondisi Pakistan semakin memburuk dan terjadi kekacauan. Di beberapa tempat meletus berbagai kerusuhan. Sedikitnya 19 orang tewas dalam kerusuhan di Karachi Pakistan pasca terbunuhnya Benazir Bhuto, Jumat (28/12). Pembunuhan lawan politik Pervez Musharraf ini menjerumuskan Pakistan pada kriris politik yang rusuh.
Syabab.Com - Lawan politik Pervez Musharraf, Benazir Bhuto dibunuh pada Kamis (27/12). Pembunuhan Bhuto ini menjerumuskan Pakistan pada krisis politik yang semakin buruk. Belum jelas siapa pembunuhnya. Namun, Musharraf sebagai agen AS sama seperti tuannya yang selalu menuding tanpa ada bukti, menuduh jaringan teroris pelakunya. Padahal Musharraflah sebenarnya biang memburuknya kondisi politik Pakistan, sejak beberapa bulan lamanya.