SaaTnYa kHiLaFaH MEmimPiN DuNiA...!!!


Down-Down USA...Rise-Rise Khilafah!!!

indra's posts with tag: arab saudi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag arab saudi
Monday, 23 June 2008 12:49

Syabab.Com - Negara-negara konsumen dan produsen utama minyak dunia sedang bertemu di Arab Saudi guna mengadakan pembicaraan darurat tentang bagaimana mengatasi harga minyak mentah yang terus membumbung. Arab akhirnya bersedia menaikkan produksi minyak ikuti titah tuan-tuannya. Seperti PM Inggris Brown meminta Saudi menaikkan produksi minyak.


Saudi diperkirakan secara formal akan mengumumkan rencana dalam pertemuan tersebut untuk menambah produksi minyak hingga 200 ribu barrel per hari pada bulan Juli mendatang.

Hari Sabtu Arab Saudi mengatakan siap memompa lebih banyak lagi minyak mentah dalam upaya menstabilkan harga. Wakil Menteri Perminyakan Pangeran Abdulaziz bin Zalman, mengatakan Riyadh siap memenuhi permintaan konsumennya.

Namun pimpinan OPEC, dimana Arab Saudi menjadi anggota kunci telah mengatakan bahwa menaikkan produksi minyak tidak logis.

Naikkan Produksi Minyak 

Arab Saudi mengatakan pihaknya bersedia memproduksi lebih banyak minyak untuk meringankan krisis energi yang menyebabkan kekacauan sosial dan ekonomi diseluruh dunia. Menteri Perminyakan Saudi, Ali al-Naimi mengatakan Minggu, eksportir minyak terbesar didunia sanggup memproduksi tambahan dua setengah juta barel per hari apabila pemakai menghendakinya.

Tawaran ini merupakan bagian dari rencana Raja Saudi Abdullah, yang dipresentasikan pada wakil-wakil negara penghasil dan pemakai minyak yang berkumpul di Jedah guna membicarakan krisis energi.

Raja Saudi menjanjikan satu miliar dolar kepada negara-negara miskin guna mengatasi harga bahan bakar yang tinggi. Ia mengatakan spekulasi dan pajak bahan bakar yang tinggi, dan bukan semata-mata pasokan, merupakan penyebab meningkatnya harga minyak.

Tetapi ia mengatakan Arab Saudi meningkatkan outputnya sebesar 200 ribu barel, menjadi sembilan koma 7 juta barel per hari.

Sebelumnya, Raja Abdullah membantah negaranya bersalah karena membubungnya harga minyak dunia, namun ia mengatakan negaranya bersedia memenuhi permintaan energi konsumen yang kian meningkat.

Pemimpin Saudi itu mengatakan spekulasi dan pajak bahan bakar yang tinggilah yang menyebabkan harga minyak naik. Ia mengeluarkan komentar itu di Jeddah hari Minggu ini pada suatu pertemuan tingkat tinggi mengenai minyak yang diadakan untuk membahas krisis energi, yang menyebabkan gejolak sosial dan ekonomi di seluruh dunia. [voa/syabab.com]


Thursday, 26 June 2008 20:26

Syabab.Com - Sekitar 250 orang muslim ditahan oleh pihak kerajaan Arab Saudi pada Rabu (25/06). Pihak kerajaan menuduh 250 orang tersebut terlibat terorisme. Negeri yang dibentuk atas bantuan Inggris ini mengikuti agenda "war on terrorism" yang dikampanyekan oleh Amerika Serikat. Tapi anehnya Saudi tak melakukan sikap yang sama terhadap terorisme nyata yang dilakukan AS yang telah menewaskan lebih dari sejuta kaum Muslim di Iraq dan Afghanistan.

"Itu semua adalah tahanan baru," kata Mansur al-Turki, jurubicara Kementrian Dalam Negeri Saudi.

Dalam enam bulan terakhir, Arab Saudi telah menangkap sedikitnya 701 muslim. Mereka dicurigai terlibat dalam tindakan terorisme. Pasukan keamanan "melakukan sejumlah operasi terhadap pengikut ideologi menyimpang dan menangkap 701 orang dengan berbagai kewarganegaraan," katanya lagi.

Pihak polisi juga telah menangkap 112 yang dicurigai mengkoordinir dengan partai asing untuk memfasilitasi perjalanan travel para 'militan' untuk mengacaukan kawasan tersebut, kata Al-Turki.

Jurubicara kementrian itu juga memperingatkan Saudi dan negara asalnya tentang kelompok teroris yang mencoba mmembuat kekacauan Kerajaan dan menghimbau mereka memberi dukungannya untuk pembersihan teroris dari negeri itu. "Pasukan keamanan tidak membolehkan seseorang pun berlawanan dengan keamanan Kerajaan," tambahnya lagi.

Berkali-kali penguasa Saudi menangkap kaum Muslim termasuk ulama yang ikhlas yang senantiasa mengkritik kedekatan Saudi dengan Penjajah Amerika Serikat. Bahkan pada beberapa tahun lalu, seorang imam Masjid al-Haram pun ikut diciduk gara-gara membacakan doa pada rakaat terakhir sholat tarawih yang meminta pertolongan atas serangan AS terhadap wilayah kaum Muslim.

Persekongkolan

Arab Saudi didirikan atas persengkongkolan keluarga Saud dengan Inggris. Negara yang disokong penuh oleh Inggris ini pemerintahannya berbentuk kerajaan, suatu bentuk pemerintahan yang tak dikenal di dalam sistem pemerintahan Islam.

Abdul Aziz bin Abdul Rahman bin Faisal Al Saud (1880 M - 1953M) atau yang dikenal dengan sebutan Ibnu Saud adalah Raja pertama Kerajaan Saudi. Pemerintah Kerajaan Inggris telah melakukan perjanjian dengan Ibnu Saud pada bulan Desember 1915 yang menjadikan wilayah Najd yaitu wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure Ibnu Saud sebelum berhasil menguasai Hejaz (Mekkah, Madinah, Jeddah) sebagai wilayah protektorat Inggris. Sebagai gantinya, dari pihak Ibnu Saud harus melakukan perang melawan Khilafah Islamiyah Utsmani untuk provinsi Hejaz yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Ibnu Rashid.

Dengan bantuan uang sebanyak £5000 Sterling setiap bulan ditambah dengan bantuan alat persenjataan dari Kerajaan kafir Inggris, akhirnya pada tahun 1922 Ibnu Saud berhasil mengalahkan pasukan Ibnu Rashid dari Khilafah Islamiyah Utsmani untuk Provinsi Hejaz. Walaupun Hejaz bisa dikuasai oleh Ibnu Saud, tetapi Kerajaan Inggris terus memberikan bantuan keuangannya sampai tahun 1924. Delapan tahun kemudian setelah Hejaz dan Najd dikuasai oleh Ibnu Saud yaitu pada tanggal 23 September 1932 dinyatakan berdiri Kerajaan Saudi yang nama Saudi diambil dari nama keluarga Saud.

Sudah puas ikut menghancurkan Khilafah Utsmani, kini Arab Saudi bukannya melanjutkan kehidupan Islam dengan mengemban ideologi Islam serta menegakkan Khilafah, malah Saudi bergandengan tangan dengan kolonialis Amerika dan Inggris. Beberapa waktu lalu, Saudi mengabulkan permintaan tuannya untuk memompa minyak lebih banya lagi [baca: Muka Hipokrit Barat Diungkap oleh Sebuah Partai Politik Islam Global di Inggris]. Hari ini, mereka ikut dalam agenda "war on terrorism" bentukkan Amerika Serikat untuk menyerang Islam dan kaum Muslim. [z/m/arabnews/syabab.com]


Blog EntryBush Bertemu Mesra dengan Penguasa Arab SaudiMay 21, '08 3:08 PM
for everyone
Sunday, 18 May 2008 21:39

Syabab.Com - Usai berkunjung ke Israel Presiden AS Bush bertemu dengan kawannya, penguasa Arab Saudi, Raja Abdullah. Pada pertemuan itu Bush meminta Arab Saudi meningkatkan produksi minyak. Walaupun ditolak, tetapi Abdullah menjadi teman mesra Bush. Sebelumnya di Israel Bush terang-terang bersedia menjadi tameng Israel untuk bersama-sama menghadapi Islam yang dikatakannya sebagai syetan dan teror.


Pertemuan Bush dengan Raja Arab dilakukan di luar kota Riyadh. Diperkirakan, Bush akan meminta Arab Saudi untuk mendongkrak produksi minyak yang membumbung. Permintaan serupa telah ditolak pada Januari lalu.

Arab Saudi menyimpan sekitar seperlima cadangan minyak dunia dan merupakan pengimpor 14 persen minyak mentah bagi Amerika Serikat.

Lawatan Presiden Bush ke Arab Saudi antara lain juga bertujuan untuk memperingati 75 tahun hubungan resmi Amerika dan Arab Saudi.




Tolak Permintaan Bush, tapi Tetap Bermesraan

Arab Saudi telah menolak permintaan Presiden Bush agar menaikkan produksi minyak secara keseluruhan meskipun harga minyak di Amerika dan seluruh dunia terus naik. Presiden Bush mengemukakan permintaan itu dalam pertemuan dengan Raja Abdullah hari Jum’at di ranch raja di luar ibukota Riyadh. Permintaan serupa telah ditolak pada Januari lalu.

Pemerintahan Bush berpendapat persediaan yang tidak cukup mendorong harga naik ke tingkat belum pernah terjadi. Namun pemerintah Arab Saudi mengatakan persediaan dan permintaan cukup seimbang.

Dalam jumpa pers Jum’at petang menteri perminyakan Arab Saudi, Ali Naimi mengatakan Arab Saudi bulan ini telah menaikkan produksi minyak mentah sebanyak 300 ribu barel sehari atau sedikit di atas 3%. Kenaikan itu, katanya, ditujukan untuk menutupi pengurangan produksi yang dilakukan Venezuela dan Meksiko.

Arab Saudi menyimpan sekitar seperlima cadangan minyak dunia dan merupakan pengimpor 14 persen minyak mentah bagi Amerika Serikat. Lawatan Presiden Bush ke Arab Saudi antara lain juga bertujuan untuk memperingati 75 tahun hubungan resmi Amerika dan Arab Saudi.

Dalam suatu pernyataan di Gedung Putih menyatakan kedua negara telah menandatangani kesepakatan untuk melindungi sumber-sumberdaya energi, meningkatkan kerjasama nuklir untuk kepentingan damai, memperluas perang melawan terorisme, dan memperkuat perjanjian nonproliferasi senjata penghancur massal.

Demikianlah Penguasa Arab itu telah berteman dengan Bush yang telah membunuh lebih dari 1 juta kaum Muslim Irak dan membunuh ribuan warga Muslim Afghanistan. Bush juga telah menyakiti umat Islam dengan terang-terangan mendukung penjajahan Israel atas negeri Muslim Palestina. Lalu atas dasar apa penguasa Arab itu berteman dengan musuh-musuh Allah?

Hal itu wajar, karena Arab Saudi sejak awal berdirinya merupakan hasil konspirasi para pengkhianat Khilafah waktu itu yang malah bersama dengan Barat yakni Inggris untuk melawan Khilafah. Jadi bila sekarang berteman tak aneh lagi. Tetapi mengapa mereka tidak merenungi ayat Allah Swt berikut ini:











"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena kasih sayang. Sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu..." (TQS. Mumtahanah: 1).

[z/f/voa/syabab.com]


Saudi tegas melarang toko bunga dan menyingkirkan semua hal berhubungan dengan Valentine’s Day. Acara seperti ini dipercaya melegalkan praktek mesum!

ImageHidayatullah.com—Pemerintah Arab Saudi sudah minta penjual bunga dan toko barang-barang cindera mata untuk mencabut perayaan Valentine’s Day. Menurut pemerintah, perayaan seperti itu suatu dosa, demikian dikutip media Saudi Gazette, Senin kemarin.

"Sebagai Muslim, sebaiknya kita tidak seharusnya merayakan suatu perayaan yang tidak islami, terutama ini,  yang mendorong hubungan-hubungan mesum antara para pria dan perempuan tanpa menikah, " ujar Al-Dossari Syekh Khaled, seorang sarjana Muslim Saudi sebagaimana dikutip Saudi Gazette.

Setiap tahun, pejabat Komisi Kebajikan dan Asusila Kerajaan bergerilya merazia toko-toko yang menjual bunga Valentine’s dan aksesorisnya. Biasanya, ini dilakukan beberapa hari menjelang tanggal 14 Februari, hari di mana dirayakan perayaan itu.

Aparat biasanya segera meminta mereka untuk menyingkirkan bunga mawar merah, kertas pembungkus merah, kotak hadiah dan boneka teddy bear.

Al-Omran Ahmed, seorang mahasiswa di universitas Riyadh, mengatakan kepada CNN keputusan pemerintah terhadap masalah ini biasanya mudah diperolok oleh media internasional. Namun baginya,  hal seperti itu sudah dimaklumi baginya. "Tetapi aku berpikir bahwa kami membiasakan itu sekarang juga."

Meski demikian, penjualan aksesoris seperti ini masih berjalan secara gelap. Di musim seperti ini, biasanya, bunga mawar dijual di pasar gelap Saudi  lima riyal hingga 30 riyal.  

"Kadang-kadang kami mengantarkan buket di pertengahan malam atau pagi-pagi benar, untuk menghindari kecurigaan," kata satu orang tukang bunga kepada koran setempat.

Haram

Di Kuwait, pihak anggota parlemen Kuwait dari kalangan islam meminta pemerintah Kuwait memberlakukan larangan perayaan Valentine’s Day di negeri itu. Mereka menganggap perayaan Valentine tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan hanya mengedepankan aktivitas-aktivitas yang bertentangan dengan susila.

"Kami menyerukan menteri perdagangan untuk menunjukkan otoritasnya dengan melarang perayaan hari Valentine, yang merupakan budaya asing bagi masyarakat kita dan bertentangan dengan ajaran serta nilai-nilai agama kita, " kata Jamaan al-Harbash, salah seorang anggota parlemen yang menyerukan larangan peringatan hari Valentine.

Sementara itu, Ketua Majelis  Permusyawaratan  Ulama (MPU) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muslim Ibrahim tahun 2007 pernah menyatakan  haram bagi umat Islam untuk merayakan Valentine's Day atau dikenal sebagai  hari kasih sayang tersebut.

"Perayaan tersebut berasal dari agama lain dan tidak ada dasar hukumnya dalam syariat Islam. Jadi, mengikuti perayaan hari kasih sayang itu hukumnya haram bagi umat Islam," katanya dikutip Antara News.

Berbau Seks

ImageSebagaimana diketahui, setiap tanggal 14 Pebruari, negara Barat merayakan Valentine's Day atau juga disebut Hari Kasih Sayang. Acara ini biasanya ditandai dengan hadiah bunga mawar merah oleh pasangan muda-mudi sebagai bukti 'tanda cinta'. Umumnya, dilanjutkan pada acara-acara lebih dalam. Misalnya, berlanjut di ranjang.

Tahun 2004 lalu, puncak acara Valentine’s Day di Filipina ditandai dengan mencetak rekor dunia “ciuman massal”. Tidak kurang 5.122 pasangan antre di Manila, ibu kota negara itu, untuk berciuman selama paling tidak 10 detik guna merayakan Valentine.

Ribuan penonton bersorak sorai, ketika pasangan-pasangan tersebut-sebagian wanita menutupi wajah mereka-memenuhi jalan sepanjang dua km di samping Teluk Manila.

''Mari kita bebaskan diri dari segala masalah yang kita punya, dari pekerjaan dan dari pertikaian politik,'' kata Wali Kota Manila Lito Atienza. ''Yang terpenting, ini Hari Valentine.'' Filipina juga sedang menyiapkan pemilihan presiden pada Mei mendatang. Acara ciuman massal tersebut diselenggarakan oleh Pemda Metro Manila dan sebuah perusahaan pasta gigi.

Alangkah lebih baik para orangtua mengawasi putra-putrinya agar tak terjebak pada perayaan berbau maksiat seperti ini. [sage/ant/hid/www.hidayatullah.com]


Blog EntryAS Inginkan Arab Saudi Berperan Restui IsraelNov 30, '07 7:08 AM
for everyone
Thursday, 29 November 2007

Syabab.Com - Arab Saudi termasuk salah satu  negara yang ikut serta pada Kkonferensi Timur Tengah di Annapolis yang disponsori AS. Konferensi ini untuk membicarakan negoisasi solusi dua negara bagi Israel dan Palestina. Walaupun kecewa atas hasil konferensi ini, kehadiran Arab Saudi semakin menunjukkan posisi Saudi sebagai teman dekat AS. Tentu kehadirannya untuk mengiyakan kemauan dari tuannya itu.

"Kami datang untuk mendukung dilancarkannya pembicaraan yang serius dan terus antara Palestina dan Israel yang akan membicarakan semua masalah inti dan status akhir." kata menlu Arab Saudi, Saud al-Faisal di Annapolis.

Ia melanjutkan, "Pembicaraan itu harus diikuti dengan dilancarkannya jalan Suriah dan Libanon selekasnya."

Para pemimpin AS, Israel dan Palestina menyetujui untuk memulai pekerjaan dengan segera guna mencapai perjanjian damai 13 bulan yang akan menciptakan negara Palestina.

Arab Saudi merupakan kekuatan pendorong di balik prakarsa perdamaian Arab yang menawari Israel hubungan normal dengans emua negara Arab jika negara itu mundur dari semua tanah Arab yang mereka duduki pada 1967.

Suriah dan Libanon merupakan negara garis depan yang secara resmi masih berperang dengan Israel. Pembicaraan Suriah-Israel macet pada tahun 2000 karena masalah masa depan Dataran Tinggi Golan yang direbut dalam perang 1967.

Walaupun demikian, bagi kaum Muslim hal ini tidak juga bisa diterima. Pasalnya, pengakuan terhadap daerah yang diduduki pada 1967 juga sama saja pengakuan terhadap legitimasi penjajahan Israel. Sikap para penguasa negeri-negeri Muslim yang malah mengikuti keinginan para penjajah adalah sesuatu hal yang memalukan.

Israel berdiri pada tahun 1948 atas prakarsa PBB pada waktu itu yang juga dibantu oleh Inggris. Bangsa Yahudi berbondong-bondong ke Palestina. Mereka merampas tanah rakyat Palestina dan mengusir para penghuninya. Hingga saat ini berbagai perilaku jahat seperti pembunuhan dan pembantaian atas warga Muslim Palestina terus dilakukan oleh bangsa Yahudi Israel.

Tanah Palestina merupakan tanah milik kaum Muslim. Tidak ada seorang pun yang berhak untuk merampas tanah tersebut dengan cara apa pun. Palestina dibebaskan pertama kalinya oleh Umar bin Khaththab dan juga Shalahuddin Al-Ayubi. Kini, Palestina mantikan kembali para pembebas negeri ini. Kehadiran Khilafah Islamiyyah yang akan membebaskan kembali bumi anbiya ini dan juga negeri-negeri muslim lainnya serta menerapakn Islam di muka bumi. [z/syabab.com]

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.