SaaTnYa kHiLaFaH MEmimPiN DuNiA...!!!


Down-Down USA...Rise-Rise Khilafah!!!

indra's posts with tag: aktualita

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag aktualita

muslimahpalembang01.jpg muslimahpalembang02.jpg muslimahpalembang03.jpg

Pada hari rabu, 12 Desember 2007 lalu Muslimah Hizbut Tahrir Kota Palembang menyelenggarakan acara Silah Ukhuwah dan Pengarahan Majlis Ta’lim Kota Palembang khusus Kecamatan Kalidoni. Acara tersebut merupakan salah satu program rutin Muslimah HTI Kota Palembang diseluruh Kecamatan yang ada di Kota Palembang. Alhamdulillah acara tersebut dihadiri 700 orang peserta merupakan tokoh-tokoh muslimah dan utusan Majlis Ta’lim yang ada di Kecamatan Kalidoni, bertempat di masjid Al Aqobah 1 PT. Pusri. Sebagai nara sumber pada acara tersebut Ustadzah Qisthi Innayatullah, SP.t (DPD I HTI Sumatera Selatan), dan Dr. Hj. Halipah Mahyudin, Sp.ThT beliau adalah ketua BKMT Sumatera Selatan, ketua BKOW Sumatera Selatan, dan beliau adalah istri wakil gubernur Sumatera Selatan.

muslimahpalembang01.jpg

muslimahpalembang02.jpg

muslimahpalembang03.jpg

Acara yang dihadiri oleh ratusan jamaah tersebut berlangsung hangat dan peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai pentingnya membangun sinergi diantara seluruh komponen masyarakat untuk memahamkan umat dengan Islam. Insya Allah pada bulan-bulan selanjutnya akan dilaksanakan acara yang sama di seluruh Kecamatan yang ada di Kota Palembang.

(Humas HTI DPD II SumSel)


Blog EntryBenazir Bhutto, Gadis yang Gila DugemDec 31, '07 5:28 AM
for everyone

Ana Shofiana S - detikcom

London - Mengenyam pendidikan di Oxford, Benazir Bhutto dikenal pintar, tidak terbantahkan, dan berani. Namun mantan PM Pakistan 2 kali itu juga dikenal sebagai cewek pesta! Besar di keluarga politikus, hidup Bhutto jauh dari kata damai. Ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto, tewas di tiang gantungan pada tahun 1979. Dua kakak lelakinya tewas dibunuh. Namun di negeri orang tempat Bhutto mengenyam pendidikan, hidupnya terbilang ’senang’. Meski seorang muslim, Bhutto remaja mengenyam pendidikan di sekolah Katolik ala Inggris di Pakistan. Setelah berusia 16 tahun, dia dikirim ke Radcliffe College di Cambridge, Massachussetts.

Di sana, pertama kalinya Bhutto mengaku tidak menggunakan sopir ke mana-mana. Bukan karena tidak mampu, namun kala itu musim dingin, sehingga dia harus berjalan kaki. Kendati begitu, Nona Bhutto tetap fashionable. Pakaiannya berasal dari Saks Fifth Avenue, yang dikenal sebagai tempat belanja ‘wah’ di negeri Paman Sam. Hidupnya seperti remaja kaya raya yang manja.

Setelah lulus dari Radcliffe College, darah politik di tubuh Bhutto bergolak. Dia melanjutkan ke Oxford, Inggris, mempelajari ilmu Hukum dan Politik. Tentu saja dia ingin memasuki maraknya politik Pakistan, yang sudah mendarah daging di keluarganya.

Di Oxford, gaya hidup Bhutto menggila. Belajar jalan terus, namun alkohol juga setia menemaninya. Kendati hal itu dibantahnya kemudian, Bhutto dikenal suka dugem. Pulang dugem, biasanya dia kembali ke rumahnya dengan teman prianya. “Gaya hidupnya ketika di Oxford menjadi parodi gadis remaja Islam yang kaya yang baru melihat dunia. Ketika dia berpidato untuk menjadi presiden senat Oxford, dia menggunakan rumor tentang gaya hidupnya yang tidak Islami untuk menarik pemilih pria,” kata seorang teman Bhutto di Oxford, seperti diberitakan dailymail, Jumat (28/1/2007).

Sayang, jabatan Ketua Senat yang diincarnya melayang. Dia hanya menduduki peringkat ketiga di pemilihan yang pertama kali diikutinya. Baru setelah dia mengambil S2 bidang Politik, Filosofi, dan Ekonomi, Bhutto yang semakin matang berhasil mendapatkan jabatan penting di kampus terkenal itu.

Setelah 8 tahun meninggalkan Pakistan, Bhutto kembali ke tanah airnya di tahun 1977 bertepatan masa studinya yang telah berakhir. Pada saat itu pula pemerintahan ayahnya dalam kondisi krisis.

Kesenangan hidup yang serba wah pelan-pelan mulai hilang. Ayahnya tewas di tiang gantungan pada tahun 1979, di Rawalpindi. Bhutto dan keluarganya harus merasakan tahanan rumah beberapa bulan kemudian, selama 6 tahun.

Dalam pengasingan di rumahnya, Bhutto jatuh sakit. Sakitnya yang terbilang payah membuatnya diizinkan menjalani perawatan di Inggris. Bhutto baru kembali ke Pakistan tahun 1986 dan mendapat sambutan meriah pendukungnya di Lahore. ( ana / nrl )

Sumber: http://www.detik.com


ram01.jpg ram03.jpg ram04.jpg

22 Desember sudah menjadi momen yang biasa diperingati sebagai hari Ibu Negeri ini. Sosok Ibu Handal yang saat ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan Hidup berupa permasalahan umat yang kompleks, menjadi satu agenda bersama untuk diwujudkan pada diri setiap muslimah baik yang sudah berperan sebagai Ibu ataupun calon-calon Ibu masa depan. Tepat tanggal 23 Desember 2007, Hizbut Tahrir Indonesia menggelar Acara Rapat Akbar Muslimah Jawa Barat bertempat di Gedung LEN jalan Sukarno Hatta no 442 Bandung, dengan mengangkat tema “Mencari Solusi Problematika Umat untuk mewujudkan Kemuliaan Islam.”

ram01.jpg

Dalam acara tersebut, Muslimah Jawa Barat menyerukan Penegakkan Syariah dan Khilafah, sebagai solusi atas permasalahan yang begitu kompleks dihadapi masyarakat saat Ini. Berbagai Permasalahan satu demi satu terkuak langsung dari lisan para peserta yang peduli terhadap kondisi masyarakat. Acara ini dihadiri oleh 220 undangan dari berbagai kalangan, mulai dari mubalighoh, praktisi profesi, penggerak PKK, dan tokoh-tokoh ormas-orpol yang berasal dari berbagai daerah, seperti Kota Bandung dan sekitarnya, Sumedang dan sekitarnya, Cirebon dan sekitarnya, Kota Cimahi, Karawang, Purwakarta, Subang, Garut, Tasik, Ciamis, Banjar, Ciparay, Banjaran, Majalengka, serta Majalaya dan sekitarnya.

ram02.jpg

Acara dibagi dalam 3 Agenda Rapat. Rapat I yang dipandu Ustdzh. Ummu Aiman sebagai tokoh Mubalighah Bandung Timur, membicarakan ‘Agenda Utama Umat.’ Pada sesi ini, peserta sepakat bahwa akar masalah persoalan umat saat ini adalah karena umat Islam jauh dari pemahaman Islam yg menyebabkan ditinggalkannya Syariah Islam sebagai aturan kehidupan dan diterapkannya aturan Sekuler Kapitalistik. Para peserta yang sepakat bahwa solusi tuntas semua persoalan tersebut adalah penerapan Syariah dalam wadah Khilafah.

ram03.jpg

Rapat II sesi 1 yang dipandu Ustdzh. Ishmah Khalil dari MPU (Muslimah Peduli Umat), dan sesi 2 yang dipandu Ustdzh. Najmah Sa’iidah dari Hizbut Tahrir Indonesia menggagas ‘Agenda Bersama Muslimah’ Dikedua sesi ini disepakati bahwa untuk mewujudkan penerapan Syariah dan penegakan Khilafah dibutuhkan kerja bersama elemen masyarakat, tak terkecuali Muslimah sebagai agent of change di tengah masyarakat yang mampu berperan aktif dalam upaya kebangkitan umat hakiki menuju Kemuliaan Islam.

ram04.jpg

Adapun Rapat III yang dipandu Ustdzh. Rasyidah dari Lajnah Faaliyah Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Barat, mengagendakan penggalangan kekuatan dalam bentuk pembuatan program-progam real berbentuk ‘Rekomendasi dan Schedulling’ per Daerah.

ram05.jpg

Sebagai puncaknya, Rapat Akbar Muslimah Jawa Barat ini diakhiri dengan pengambilan kesimpulan yang menghasilkan beberapa poin sebagai berikut :

  1. Bahwa keterpurukan ummat terjadi karena ditinggalkannya aturan Allah swt dan diterapkannya sistem kufur
  2. Bahwa syariah dan khilafah merupakan satu-satunya solusi bagi problematika ummat
  3. Perlu adanya kerja sama seluruh komponen masyarakat dalam membina ummat menuju tegaknya syariah dan khilafah dengan menyontoh aktivitas dakwah rasulullah saw.
  4. Bahwa pembinaan yang dimaksud adalah pembinaan pemikiran-pemikiran islam kaffah yang dapat mengubah perilaku jahiliyyah menjadi perilaku islami

Berdasarkan hal tersebut, seluruh peserta rapat akbar muslimah memiliki komitmen bersama untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan hal-hal tersebut di atas dengan :

  1. Melaksanakan program-program yang telah disepakati di masing-masing wilayah
  2. Menyosialisasikan secara aktif ide-ide islam kaffah kepada masyarakat dan pemerintah melalui berbagai media
  3. Senantiasa mengawal masyarakat didalam upaya-upaya penegakan syariah islam dan khilafah
  4. Senantiasa mengedepankan ukhuwah islamiyah

Blog EntryReportase Talk Show Peringatan Hari IbuDec 25, '07 9:18 AM
for everyone

Tema: ”Ibu Peduli Generasi, Peduli Pola Hidup Sehat Islami dan Makanan Halal & Thoyyibah”

nisajember02.jpg nisajember07.jpg nisajember06.jpg

Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan generasi yang tak kunjung selesai, Sabtu 22 Desember 2007 pukul 08.30 sampai 13.00 WIB digelar Talk Show Ibu Peduli. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Muslimah Peduli Generasi (MPG), Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Muslimah (LP2M), dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bertempat di Aula Utama Gedung Graha Bina Insani, Jl.Mastrip 73 Jember, acara ini dihadiri oleh 150 peserta dari kalangan praktisi pendidikan, mahasiswa, remaja masjid, jama’ah majelis ta’lim dan masyarakat umum.

nisajember02.jpgDalam sambutannya, Ibu Novi (ketua LP2M) menyampaikan bahwa ibu punya peran penting dalam mendidik anak-anaknya. Tidak akan pernah tergantikan perannya oleh siapapun, baik oleh suami, mertua maupun lembaga pendidikan yang paling canggih. Agar peran ibu optimal maka perlu pemahaman yang mendalam tentang tugas dan tanggungjawabnya dengan senantiasa menjadikan Islam sebagai standar kehidupan.



nisajember01.jpg

Acara yang dibagi dalam 3 sesi ini dibuka dengan pembacaan Al-Qur’an oleh ananda Abil dan Wawan (TK Adh Dhuha). Sesi pertama membahas tentang ibu peduli generasi. Hadir sebagai pembicara Ibu Amrina Rosyada,S.Psi. (Ketua MPG Jember) dan Ibu Iffah Mahmudah (HTI). Ibu Amrina memberi gambaran rusaknya generasi muda saat ini sebagai dampak liberalisasi. Lewat tayangan LCD Proyektor para hadirin dibuat miris melihat tayangan-tayangan berbagai kenakalan remaja mulai free sex, narkoba hingga HIV/AIDS.”Kita tidak menginginkan anak-anak, cucu-cucu, saudara dan generasi kita masuk dalam kondisi seperti itu. Sehingga kita harus berkiprah dan mengajak masyarakat bersama-sama untuk mencetak generasi unggulan”, ajak beliau. Ibu Iffah memaparkan gambaran generasi terdahulu, seperti kisah nabi Ismail yang rela disembelih karena ketaqwaannya kepada Allah. ”La izzata illa bil Islam. Hanya dengan kembali kepada syari’ah generasi unggulan akan terwujud,” papar beliau.

nisajember06.jpgSesi kedua membahas tentang ibu peduli pola hidup sehat yang islami. Hadir sebagai pembicara Ibu Safina Saalima,S.Pd. (HTI) dan Ibu Hj. Munawwaroh Ahmad (Pengasuh PP Putri Nurul Ulum Ajung). Ibu Safina menjelaskan makna sehat dalam Islam adalah sehat badan dan jiwa.”Muslim yang sehat adalah dia yang senantiasa berpikir dan bertingkah laku sesuai dengan aturan Islam,” jelas beliau. Ibu Munawwaroh menggambarkan kehidupan Rasulullah SAW sebagai uswah khasanah dalam menerapkan hidup sehat.”Agar bisa menjadi muslim yang sehat harus mengikuti Rasulullah, baik ketika memenuhi kebutuhan jasmani maupun naluri-naluri kita,” kata beliau dengan semangat.

Sesi ketiga membahas tentang ibu peduli makanan halal dan thayyib. Hadir nisajember04.jpgsebagai pembicara Ibu Sri Yuni SP,M.P. (dosen Poltek Negeri Jember). Dengan keahlian dibidangnya beliau menjelaskan secara gamblang makanan-makanan yang dijual ke konsumen tidak sedikit yang mengandung zat-zat berbahaya. Hal ini akan mengancam kesehatan generasi jika para ibu tidak jeli memilih makanan yang halal dan thoyyib untuk keluarganya. Beliau sangat menyayangkan sikap pemerintah yang kurang memperhatikan masalah kehalalan produk juga mahalnya biaya uji kehalalan membuat para produsen enggan mengajukan sertifikasi halal.

nisajember03.jpgDisetiap pergantian sesi, para hadirin dibuat terharu oleh penampilan anak-anak Play Group Alami dan SDIT Luqmanul Hakim. Mereka mempersembahkan lagu-lagu untuk para ibu. Dilanjutkan dengan memberikan setangkai bunga merah kepada para ibu sebagai wujud bakti mereka atas semua jasa ibu yang telah membimbing mereka untuk mendapat ridlo Allah SWT.

Acara diakhiri do’a oleh ananda Iffah (SD Al Furqon). Tampak sebagian besar undangan tidak mampu membendung air mata…nisajember05.jpg

nisajember07.jpg


Blog EntryPerempuan dan Pilkada dalam Perspektif IslamDec 25, '07 7:07 AM
for everyone

nisa-sumsel01.jpg nisa-sumsel02.jpg

SEMINAR SETENGAH HARI

hizbut-tahrir.or.id - Pada Hari Jum’at, 14 Desember 2007 di Auditorium Pemprov. Sumatera Selatan, diselenggarakan acara Seminar Setengah Hari, khusus bagi perempuan dengan tema ”Perempuan dan Pilkada dalam Perspektif Islam”. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 140 orang, yang merupakan tokoh-tokoh muslimah perwakilan dari Parpol, Ormas, Dharma Wanita, Praktisi Pendidikan, Aktivis Perempuan, utusan Majlis Ta’lim. Hadir juga Ibu Asmawati yang merupakan anggota DPD RI Sumatera Selatan. Acara tersebut membahas tentang masalah keterlibatan perempuan dalam aktivitas politik, khususnya Pilkada, Juga mengkritisi masalah Pilkada yang merupakan ajang pesta demokrasi, namun sampai saat ini tak kunjung menghasilkan perubahan bagi kehidupan masyarakat. Hal tersebut dibahas oleh pembicara pertama yaitu Ibu Adilah Nurul Izzati (Pengurus DPD II HTI kota Palembang).


nisa-sumsel01.jpg

Sementara itu pembicara kedua, Ustdzh Qisthy Innayatullah membahas tentang Kiprah Politik Perempuan dalam Perspektif Islam. Beliau menggambarkan secara jelas tentang Peran Politik Perempuan dalam upaya melakuakan perubahan di masyarakat sehingga upaya yang dilakukan tidak sia-sia. Beliau juga menjelaskan bahwa selama Islam tidak diterapkan secara kaafah dalam kehidupan bermasyarakat, maka kita tidak bisa berharap akan adanya perubahan. Beliau juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama berjuang merubah masyarakat dengan meninggalkan demokrasi menuju tegaknya Syariat Islam dalam Naungan Daulah Khilafah Islamiyah.

nisa-sumsel02.jpg

Peserta merespon dengan antusias, berbagai pendapat dan pandangan baik yang pro maupun kontra dengan pembicara semakin menyemarakkan suasana seminar tersebut sampai waktu berakhir masih banyak yang mengajukan pertanyaan. Dari perserta yang hadir ada yang menyarankan agar waktunya diperpanjang, ada juga yang menyarankan supaya acara yang sama juga diselenggarakan untuk kaum pria, bahkan ada yang meminta supaya permasalahan tersebut dibahas secara serius kalau perlu lebih dari 2 hari.

(Humas HTI Sumsel)


Masuknya Perempuan ke Kancah Politik Skenario Jauhkan dari Syariat

Medan, (Analisa)
Dengan digiringnya perempuan masuk kancah politik untuk menduduki kekuasaan merupakan sekenario global untuk menjaring perempuan dengan idiologi kapitalis, sekularis, liberalis dengan target menjauhkan perempuan dari Syariat Islam. Demikian DPP Hizbut Tahrir Indonsia (HTI) Ishmah Cholil dalam orasinya pada Konferensi Politik Perempuan HTI di pelataran Mesjid Agung Medan.

Lebih lanjut dikatakannya dengan dijadikannya gender sebagai salah satu alat analisis persoalan untuk mengokohkan sekularisme liberalisme atas nama kesetaraan keadilan gender merupakan upaya menyingkirkan Syariat Islam.

“Jadi dapat disimpulkan seluruh agenda gender jelas bertolak belakang dengan segala sesuatu yang telah ditentukan syariat,” ungkapnya.

Sedangkan pembicara berikutnya aktivis HTI Medan, Afrida, SPd dalam orasinya menyoroti peran ibu dalam pembentukan generasi suatu bangsa.

“Ibu merupakan sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya, sosok sangat dekat serta pertama kali berinteraksi dengan anak,” tandasnya di hadapan ribuan peserta konferansi yang hadir dari berbagai daerah Medan sekitarnya dan berbagai daerah juga dari kalangan akademisi kampus-kampus di Medan.

Cari Nafkah

Orator lainnya, juga aktivis Sri Cahyo Wahyuni mengutarakan istri dan anak tidak diwajibkan mencari nafkah sendiri sebab nafkah ditanggung suami atau seorang ayah.

“Bila suami tidak dapat memenuhinya maka suami harus mencurahkan tenaganya membantu istri. Dengan demikian perempuan tidak memiliki baban ganda,” tukasnya sembari menjelaskan kewajiban istri mengelolaatau mengatur rumah tangga termasuk mengatur penghasilan suami sebijak mungkin sehingga kesejahteraan keluarga tercapai.

Sementara itu, Ketua Panitia Fitriana Yunilda menyatakan maraknya krisis moral antara lain narkoba, seks bebas (freesex), prilaku menyimpang, pelaku kriminal dan tindakan negatif lainnya di kalangan remaja atau generasi muda salah satunya disebabkan kelalaian ibu menjalankan fungsinya sebagai pengatur rumah tangga.

Karena itu, dalam momen hari ibu ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengharapkan dapat memberikan kesadaran pada perempuan akan pentingnya perannya sebagai pencetak generasi bangsa yang unggul.

Renggang

Dikatakannya, akibat ibu sering keluar rumah turut mencari nafkah menyebabkan hubungannya dengan anak menjadi merenggang sehingga anak menjadi tidak percaya dengan orangtuanya.

Lebih lanjut dikatakannya, perempuan mubah hukumnya bekerja mencari nafkah yang menyebabkan melupakan perannya sebagai ibu rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut tujuan kegiatan Konferensi Politik Perempuan, paparnya, untuk memberikan kesadaran pentingnya peran ibu sebagai pencetak generasi pemimpin dunia.

Di acara ini juga menampilkan teatrikal bertajuk “Bunda” dibawakan teater Konspirasi yang membawa pesan harapan mendalam kepada para ibu menyumbangkan pemahaman Islam terbukti mampu melahirkan generasi pemimpin dunia. (aru)

Sumber: http://analisadaily.com/1-4.htm


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.