SaaTnYa kHiLaFaH MEmimPiN DuNiA...!!!


Down-Down USA...Rise-Rise Khilafah!!!

indra's posts with tag: akhbar muslimin

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag akhbar muslimin
Tuesday, 24 June 2008 11:34

Syabab.Com - Ayah dari seorang jurnalis mengecam keras Presiden Uzbekistan Karimov atas keterlibatanya dalam pembunuhan terhadap putranya itu Alisher Saipov. Sang ayah, Avas Saipov menyatakan dengan tegas dalam sebuah wawancara bahwa Karimov telah memerintah dan membiayai pembunuhan terhadap anaknya, dengan bantuan kantor intelejen Kyrgistan.

Avas mengatakan Karimov harus bertanggungjawab penuh atas penembakkan pada 24 Oktober 2007 lalu, yang terjadi di kota Osh, di selatan Kyrgyzstan.

Dia menduga bahwa sang pembunuh telah menerima bantuan dari Kementrian Dalam Negeri Kyrgyzstan dan Komite Keamanan Nasional Negara (GKNB). Ia menyebutkan bahwa Diktator Presiden Uzbekistan itu telah membayar orang-orang di Kyrgyzstan untuk membunuh Alisher.

"Semua yang saya tahu, Islam Karimov bertanggungjawab atas kematian Alisher; itu terjadi atas perintah Islam Karimov," kata Avas Saipov.

"Orang--orang di Kyrgyzstan dibayar oleh Islam Karimov - petugas Kementrian Dalam Negeri dan GKNB sebagai pegawai pemerintah - diberikan bantuan," katanya lagi.

Vokal dan Kritis

Alisher Saipov adalah seorang kepala editor mingguan politik yang berbahasa Uzbek "Siyosat" dan tewas ditembak dari jarak dekat setelah meninggalkan kantornya pada bulan Oktober 2007 lalu.

Beberapa pihak mengatakan bahwa tentara keamanan Uzbek telah diperintah membunuh warga keturunan Uzbek yang berumur 26 tahun tersebut.

Saivop, seorang warga Kyrgyzstan juga sering memberikan kontribusi pada VoA dan RFE/RL. Ia telah menulis kerusakan-kerusakan di bawah kekuasaan Uzbekistan dan juga mengkritik kerjasama pemerintah Uzbekistan dan Kyrgyzstan, menulis para pegawai intelejen Uzbek beroperasi secara bebas di selatan Kyrgyzstan.

Saipov juga melindungi bukti-bukti kekerasan yang menyerang kaum Muslim pada tragedi di Ferghana Valley, di mana dibohongi di Kyrgyzstan dan Uzbekistan juga Tajikistan. Dia kerap kali melakukan wawancara dengan pada anggota kelompok Islam yang giat mengkritisi kediktatoran penguasa Uzbek seperti gerakan Hizbut Tahrir dan Islamic Movenment of Uzbekistan (IMU).

Saipov telah memberikan laporannya tentang tragedi berdarah pada Mei 2005 di kota Andijan, sebelah timur Uzbek. Tragedi berdarah tersebut menewaskan ratusan pemrotes sipil termasuk wanita dan anak yang tak bersenjata. Dirinya bahkan pernah berkunjung ke tempat pengungsian di Kyrgyzstan dan mewawancara para pengungsi korban Andijan setelah pasukan pamerintah melakukan tembakan brutal terhadap para peserta pengunjuk rasa yang dilakukan secara damai. Diberitakan ribuan orang tewas dan menjadi syuhada.

Sebelum dibunuh, Saipov mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dirinya telah menerima ancaman pembunuhan.

Dia juga seorang yang menjadi target media pemerintah Uzbek yang mengkampanyekan sejumlah laporan tentang Saipov dan menyebutnya sebagai "musuh bangsa Uzbek" dan menuduh dirinya telah mebuat situasi Uzbekistan tidak stabil.

Penguasa Tak Suka Kebenaran

Avas Saipov mengatakan bahwa laporan-laporan dari putranya pada isu-osi sensitif menjadi alasan para politis di kedua negara, Kyrgyzstan dan Uzbekistan menginginkan dirinya mati.

"Kementrian Dalam Negeri [Kyrgystan] dan pelayanan khusus telah bekerjasama dengan pelayanan keamanan Uzbekistan terlibat dalam pembunuhan Alisher," katanya.

Bahkan baru-baru ini Avas melayangkan surat terbuka terhadap Presiden Kyrgizstan yang mengungkapkan persengkngkolan pihak keamanan dengan perintah Presiden Uzbekistan yang diktator itu.

"Ini diperintah oleh Presiden Uzbekistan Karimov yang telah membantu struktur keamanan Kyrgyz dan para pegawai lokal. Alisherku telah meninggalkan keluarga, istrinya Nazokat dan putirnya Zulaikho yang berumur hampir dua bulan ketika ayahnya dibunuh. Setahun atau dua tahun lebih, cucuku akan perlu mengetahui di mana ayahnya. Lalu apa yag harus saya katakan kepadanya?" tulis Avas Saipov dalam surat terbukanya kepada Presiden Kygyzstan.

"Mengapa mereka tertarik pada hal ini? Sebab mereka tidak suka pada kebenaran," imbuhnya lagi.

Bahkan dalam penutup suratnya Avas menyatakan, "Alisher telah dibunuh untuk kebenaran."

Apa yang dikatakan Avas senada dengan ungkapan Taji Mustafa, perwakilan media Hizbut Tahrir Inggris yang mengatakan alasan Uzbekistan menginginkan Hizbut Tahrir dilarang karena mereka menginginkan Hizbut Tahrir diam yang selama ini mengungkapkan kolonialis barat yang selalu mendukung para diktator di negeri tersebut [baca: Dua Muslimah Pengemban Dakwah di Uzbekistan Ditahan 5 Tahun Penjara].

Di negeri Imam Bukhori tersebut ribuan para pengikut yang dilahirkan di bumi Palestina tersebut dibunuh dan dijebloskan ke penjara. Padahal gerakan yang mengingkan syariah tegak melalui satu metode: Khilafah ini tak pernah menggunakan kekeasan dalam perjuangannya. Baru-baru ini dua muslimah pengemban dakwah gerakan tersebut dipenjara 5 tahun. Gerakan ini menarik perhatian penduduk Muslim Uzbekistan terutama keterkaitannya dengan sejarah umat Islam di negeri tersebut yang melahirkan para ulama seperti Imam Bukhori. [z/rfe/rl/htb/ferghana/syabab.com]


Wednesday, 25 June 2008 18:34

Syabab.Com - Kuasa Hukum Munarman Syamsul Bahri Radjam dan 7 pengacara lainnya mengadukan kliennya kepada Komnas HAM, Selasa (24/6) kemarin. Pengaduan ini terkait dengan perlakuan pihak kepolisian yang tidak memberikan kesempatan kepada Munarman berbicara kepada publik. Munarman dilarang untuk menjelaskan yang terjadi sebenarnya mengenai kasus yang menimpa dirinya kepada wartawan.

Syamsul menambahkan ada indikasi pelanggaran hak untuk berekspresi dan menyampaikan pendapat. Ada pihak-pihak tertentu yang ingin Munarman dibungkam. Seperti diketahui, selama ini Munarman termasuk vokal mengkritik beberapa kebijakan pemerintah seperti kenaikan BBM, keberadaan lab NAMRU-2, kasus BLBI dan lainnya.

Ada pula tidakan berlebihan yang dilakukan polisi dalam upaya pencarian Munarman beberapa waktu yang lalu. Misalnya, pada saat penggeledahan di rumahnya,  Munarman dikenakan pasal 6 dan 17 UU Terorisme. Sehingga polisi bebas menggeledah isi rumah dan mengambil beberapa barang pribadi milik Munarman.

Syamsul sangat menyayangkan sikap polisi tersebut. ”Munarman bukan teroris, juga bukan koruptor. Dia hanya membela akidah kok,” ujarnya.

Syamsul juga berpendapat pengusutan insiden Monas sangat diskriminatif. Kepada kliennya, polisi menetapkan status DPO (daftar pencarian orang) tanpa didahului dengan pemanggilan sebagaimana prosedur proses pidana dalam KUHAP. Polisi pun mengerahkan tim polisi yang sangat banyak dan mengaktifkan seluruh jajaran Polda dalam pencarian Munarman. Hal ini mengesankan seolah-olah Munarman adalah penjahat dan musuh nomer satu di negara ini.

Sementara itu, pada pihak AKKBB, polisi tidak bertindak seperti yang dilakukan kepada Munarman. Padahal semestinya polisi menghormati prinsip equality before the law dalam mengusut insiden Monas tersebut. Apalagi Kapolri sudah menyatakan bahwa insiden Monas tidak lepas dari kesalahan AKKBB dan AKKBB sendiri yang mencari masalah. [si/syabab.com]

Monday, 09 June 2008 12:51

Syabab.Com - Sekitar 100 ribu kaum Muslim bersatu menggelar aksi unjuk rasa menutut pembubaran Ahmadiyah dan pembebasan Habib Rizieq Shihab. Massa yang terdiri dari berbagai elemen umat baik dari kalangan santri, para ulama, anggota majelis taklim, habib dan umat Islam se-jabotabek ini tumpah ruah di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Hari Senin ini (09/06).


Para peserta aksi yang mayoritas berpakaian putih-putih ini tak henti-hentinya meneriakkan takbir dan sholawat serta yel-yel penolakkannya terhadap Ahmadiyah. Aksi unjuk rasa ini berjalan dengan damai. Bahkan menurut Shodiq Ramadhan, ketua pelaksana, aksi dijamin aman. Hadir juga massa dari orams-ormasi Islam seperti Forum Betawi Rempug (FBR), Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), Gerakan Pemuda Islam, Hizbut Tahrir Indonesia, dan ormas-ormas lainnya yang tergabung dalam Forum Umat Islam.

Tampak mereka membawa panji-panji Islam seperti bendera Rasulullah Saw. berwarna hitam putih bertuliskan laa ilaahaillallah muhammad rasulullah dan juga bendera ormas mereka masing-masing. Selain itu mereka mengusung spanduk serta poster yang berisi tuntutan mereka seperti, 'Bubarkan Ahmadiyah Harga Mati', 'Tegakkan Syariah Bubarkan Ahmadiyah', 'Bubarkan Ahmadiyah Sekarang Juga!.

Bubarkan Ahmadiyah Harga Mati, Sumber Foto: detikcomDi samping itu juga terdapat juga poster Munarman dan Habib Rizieq. Di bawah foto Munarman tertulis Bubarkan Ahmadiyah, sedangkan di bawah foto 'Habib Rizieq' tertulis Bebaskan 'Habib Rizieq.'Bertemu dengan Jubir Presiden

Sementara itu, sepuluh orang perwakilan umat yang merupakan ulama dan tokoh umat diperbolehkan masuk ke dalam istana Negara. Perwakilan dari umat itu antara lain, KH. Abdullah Rasyid Syafi'i (Pimpinan Ponpes Asysyafiiyah/Ulama Betawi), KH. Nur Iskandar (Pimpinan Ponpes Assidiqiyah), Habib Hasan Al-Jufri, Habib Al-Habsi, Fadholi L Muhir (Ketua Forum Betawi Rempug), KH. M. Al-Khaththath (Sekjen FUI), dan Mashadi (Ketua FUI).

Di depan istana mereka diterima jubir kepresidenan Andi Malarangeng. Para perwakilan umat Islam ini mendesak pemerintah membubarkan Ahmadiyah. Mereka membacakan fatwa MUI yang menyatakan Ahmadiyah aliran sesat di depan jubir presiden. Mereka juga mempertanyakan ketidakadilan atas insiden monas di mana pemerintah bereaksi cepat atas FPI tapi AKKBB dibiarkan. Para wakil umat ini pun menyampaikan surat tuntutan pembubaran Ahmadiyah kepada SBY. Jubir Presiden berjanjin akan menyampaikannya segera kepada Presiden SBY. [f/syabab.com]

Tuesday, 10 June 2008 08:38

Syabab.Com - SKB bersama tentang Ahmadiyah telah dikeluarkan. Seperti janjinya, Panglima Komando Laskar Islam Munarman menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Munarman datang tanpa pengacaara malam tadi tepat pukul 19.55, Senin Malam, (09/06). Munarman mengaku walaupun isi SKB belum cukup, tapi itu langkah maju untuk pembubaran Ahmadiyah dalam rangka mengakomodir aspirasi umat Islam. Dirinya berkorban demi pertahankan akidah Islam.

Selama sepekan sejak insiden Monas, Munarman mengaku dirinya hanya berada di Jakarta. Para wartawan yang sejak sepekan lalu menanti kedatangan Munarman mengaku terkejut dengan kedatangan Panglima Komando Laskar Islam ini. Tidak ada wajah lesu di wajah Munarman sesaat setelah ia tiba di Polda. Mengenakan kaos putih dan membawa tas selempang warna hitam, Munarman menebar senyum ke arah wartawan. 

Kedatangan Munarman ke Polda Metro Jaya malam tadi untuk menepati janji dirinya. Dia siap bertanggungjawab penuh atas insiden Monas yang sebenarnya dipicu oleh provokasi kaum liberalis AKKBB. Ia mengaku SKB yang dikeluarkan pemerintah belum memenuhi keinginannya untuk membubarkan Ahmadiyah.

"Saya ingin memenuhi janji, saya bukan pengecut," kata Munarman saat menyerahkan diri kepada Mapolda Metro Jaya.

"SKB belum memenuhi keinginannya. Tuntutannya SKB menjadi Kepres, Ahmadiyah harus dibubarkan," kata salah satu tim pengacara Munarman, Khairil Syah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2008).

Munarman juga mendesak kepolisian membebaskan anggota laskar Islam yang ditahan.

"Dia meminta agar laskar-laskar Islam yang ditahan dalam insiden Monas dibebaskan tanpa syarat," kata Mahendradatta, salah satu anggota Tim Pembela Mulim (TPM).

"Munarman bilang, kalau perlu semua laskar yang ditahan dibebaskan, saya yang menggantikannya," kata Syamsul Bachri Radjam.

Mahendradatta diamanatkan untuk melakukan penuntutan atas fitnah yang dilakukan AKKBB melalui foto yang pernah dipublikasikan beberapa media [baca: Foto Fitnah Keji AKKBB pada Munarman: Dimuat pada Beberapa Media Massa].

"Menuntut atas pencemaran atau fitnah yang dilakukan AKKBB yakni Gunawan Muhammad dan Adnan Buyung," kata Mahendradatta.

FUI: Bangga Pada Munarman

Bersamaan dengan datangnya Munarman ke Polda Metro Jaya, sekitar 15 orang dari Forum Umat Islam menjenguk Munarman. Ahmad Sumargono salahsatu perwakilan dari FUI mengaku bangga atas sikap Munarman.

"Saya sangat bangga dengan Munarman karena menepati janjinya, setelah SKB Ahmadiyah keluar, dia menyerahkan diri," kata Ahmad Sumargono.

Munarman memang sejak beberapa tahun terakhir bukan lagi menjadi pembela demokrasi. Sejak kenal dengan Islam ia mulai membela Islam dari serangan kaum liberalis. Dirinya mengaku pernah dilarang untuk mengadakan pengajian Islam di YLBHI. Padahal lembaga ini katanya gemar menyuarakan hak asasi manusia [baca: Munarman Debat Buyung Nasution Soal Ahmadiyah].

Munarman juga kerapkali mengungkapkan makar orang Asing dan agen-agennya yang ingin mengobok-ngobok negeri Muslim terbesar ini. Dalam pernyataan resmi Munarman melalui video dan email yang dikirimkan ke beberapa media, Munarman mengungkap agenda asing pada Namru-2. Ia mendesak pemerintah menutup Namru-2 yang disinyalir ada agen asing di dalamnya [baca: Munarman, SH : Minta Presiden Patuh pada Hukum, Bubarkan Ahmadiyah dan Hentikan Namru-2!].

Beberapa pemuda Islam juga merasa bangga dengan Munarman yang telah hijrah untuk menjadi pembela Islam. Semula dia bertahun-tahun membela ide-ide rusak buatan manusia, tapi sekarang dia harus berurusan dengan polisi demi sebuah perjuangan mempertahankan akidah Islam.

Ketika ditanya adakah yang melindungi dirinya sejak menghilang. Ia dengan bangga menegaskan ada, yaitu Allah Swt. [z/m/f/okz/syabab.com]


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.